1982-2013
Union Rangers and Long
Climbers atau
Udara Rimba Laut (URaL 28)
![]() |
| Foto saya Save dari Pendakian Gn. Gede Kak Seto DC dkk |
Hi,
rangers
Mengenalmu
karena terjebak menjalani masa pencarian jati diri di SMAN 28 Jakarta. Dimulai
dari promosi ekskur | buka puasa
bareng alumni di rumah Prima | briefing di depan lab kimia samping
Majid Baiturrahman (MBR) | latihan fisik setiap sabtu pagi | lapangan Palapa | Curug
Nangka | Latihan navigasi darat di Gunung Mas | lari dari 28 sampai Buperta
Ragunan | Latsar | Diksar Situgunung | Surya
Telaga | Wall climbing di Kapa
UI, Mapala UI, Astadeca PNJ, Pasar Festival | Latihan dayung di danau UI |
temen sejati sama “norit” | Gladi 1 di Ciampea | Gladi 2 di Cisadane | Gladi 3
di Jatinegara | Pengambila Tanda Grup (PTG) 1 Gunung Pangrango | Gladi Posko |
Serah terima jabatan | Instruktur | Punya bacaang satu orang sampai akhirnya
berjumlah 10 orang dan berjenis kelamin laki-laki semua | Caving Goa Cikenceng
| Pendakian Masal Gunung Gede sama Universitas Indraprasta | Diklatsar | Natha Tribuana | Gladi 3 ke Baduy |
Gladi 1 di Tajur | PTG 3 Gunung Kencana, Cikeusik, Baduy dalam desa ketiga | Lomba
Kebut Gunung | Lomba Lintas Desa | Rencan mendirikan Forum Siswa Pecinta Alam
(Forsispal) dan lain-lainnya.
Sapta Setia Dharma URaL
28
Sebuah
janji yang selalu diucapkan oleh setiap Angkatan Muda yang lahir. Isinya :
1.
Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.
Berbakti kepada bangsa dan negara
3.
Berbakti kepada organisasi dan sekolah
4.
Berbakti kepada orang tua
5.
Menjunjung tinggi kehormatan manusia sesuai dengan martabatnya
6.
Menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup
7.
Selalu berjuang demi kepentingan bersama
tanpa membedakan suku, golongan, agama, dan sosial dengan bekal “tabah sampai
akhir”.
Poin
ketujuh adalah janji yang paling diingatkan oleh senior bahkan seiring waktu mendarah
daging menjadi prinsip hidup. “Tabah sampai akhir” sering menjadi mantra
andalan bila diri sudah mulai lengah, lelah, dan goyah untuk memperjuangkan
mimpi-mimpi.
Nama Angkatan
Kabut
Pangrango | Bukit Senja | Puncak Malam | Cadas Gombong | Rimba Bodas | Lembah
Mandala | Wira Buana | Giri Parakan | Lereng Cikarai | Ranu Padjagan | Parswa
Kambang | Malawa Bentang | Gana Ciherang | Mahitala Panagan | Wala Pawaka |
Wanantara Daruna | Bhanaspati Cidahu | Cakrawala Perbakti | Dirdhabakti Caksana
| Bhumi Nabhastala | Janggal Pratisara | Pratiyodha Anilabrata | Badai Manggala
| Jalasthana Ranamandala | Diwangkara Kaldera | Surya Telaga | Natha Tribhuana | Hasta Kalandra | Cakra Saptayudha | Kawahya Aruna | Grama
Dakara | ...
Dua
kata. Beberapa nama diambil dalam bahasa Sansekerta. Sebuah doa.
Bermula
dari bakal calon anggota (bacaang), kemudian menjadi calon anggota (caang)
setelah mengikuti latihan dasar 2 hari satu malam (latsar), sampai pada
akhirnya menjadi anggota setelah melewati pendidikan dasar (diksar) dan kami
diberikan hadiah berupa nama angkatan oleh senior yang mendidik kami. Setelah
diksar, kami dipanggil dengan singkatan nama angkatan misalnya Surya Telaga dipanggil ST. Rasanya bangga setelah berhari-hari
menempuh pendidikan kemudian resmi menjadi bagian URaL 28.
Nama.
Identitas. Doa. Pendidikan URaL 28 mengajarkan pentingnya sebuah nama dan penghargaan atas nama tersebut. Setelah
resmi jadi angkatan muda, senior selalu memanggil kami dengan singkatan nama
angkatan. Hal ini dilakukan terus berulang-ulang. Sehingga walaupun setiap
angkatan memiliki nama masing-masing, tapi ketika senior berteriak memanggil
nama angkatan, secara otomatis semua anggota angkatan menolehkan wajah, siap
sedia. Ada rasa kepemilikan disana. Begitupun saat dulu menjadi caang dan
bacaang, senior memanggil dengan “hey caang”. Semuanya tanpa terkecuali. Bukan
“hey Titis”. Penyebutan senior, caang, bacaang itu juga mengajarkan pembagian
peran, tugas, dan kerja. Kesadaran akan peran inilah yang kemudian menanamkan
nilai tanggung jawab selama proses pendidikan berlangsung.
![]() |
| Foto diambil penulis saat pendakian ke Gn. Lawu |
Tata Tertib URaL 28
Semua
ada tata tertibnya di URaL 28. Senior dan caang yang terlambat datang briefing akan menerima hukuman dari
pemegang tali komando warna hitam (Tata tertib).
Tata
tertib bagi senior saat briefing (seingat
saya) :
1.
Memakai tali komando (merah = komandan, putih = wakil komandan, hitam = tata
tertib, biru = instruktur, kuning = komandan Grup 123)
2.
Memakai slayer
3.
Baju dimasukkan ke dalam celana atau rok
4.
Tidak memakai aksesoris apapun (jam tangan, gelang, dsb)
5.
Memakai ikat pinggang
6.
Bersepatu
Tata
tertib bagi bacaang/caang
Poin
nomer 3-6 pada tata tertib senior saat briefing.
Slayer dipakai saat briefing setelah
senior memberikan slayer. Sedangkan tali komando diserahkan saat serah terima
jabatan di pergantian kepengurusan.
Peraturan
lainnya : berbaris hanya dalam 20 hitungan, tata cara periksa kerapihan bila
merasa diri atau kawannya tidak rapi, tata cara menyampaikan pendapat/berbicara
sata duduk atau berdiri, teknik berbaris dan hormat dengan senjata (tongkat),
semua harus fokus, bunyi peluit tiga
kali tanda harus berkumpul di hadapan orang yang meniup peluit, suasana khidmat
saat adzan berkumandang, menyegerakan
waktu Shalat, dilarang berkeluh
kesah dan mengakui kelemahan, tidak ada rokok dan minuman keras dalam
proses pendidikan, tidak ada kata-kata kasar dan kotor, dan segala sesuatu harus diperoleh dengan perjuangan dan pengorbanan (push up berbanyak kali untuk nebus
tongkat, pakaian dinas harian (PDH), tali komando, slayer T_T)
Seleksi
alam adalah proses yang berkali-kali terjadi dalam URaL 28. Siapa yang mampu
bertahan, dia yang akan menuai hasil dari belajar memahami dan menjalankan tata
tertib. URaL 28 mengajarkan peraturan
untuk di taati dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh tanpa proses
tawar-menawar. Disiplin harga
mati! Senior bertugas sebagai teladan dari setiap tata tertib yang dibuat
selama pendidikan berlangsung. Caang lari, senior (terutama instruktur dan tata
tertib) ikutan lari. Caang capek, senior harus lebih capek.
Baju Putih dan Celana
Jeans
Saat
latihan fisik setiap sabtu pagi (kadang), latsar, dan diksar semua caang wajib
menggunakan kaos putih dan celana jeans. Pada awalnya ini menimbulkan
keheranan. Namun ketika ditanyakan alasannya ada yang memberi jawaban bahwa
dengan terbiasa menggunakan celana jeans pada saat proses pendidikan
berlangsung, caang dididik untuk terbiasa dengan kondisi yang kurang menyenangkan.
Dapat dibayangkan kan tantangan kalau
kita memakai celana jeans di tempat dingin. Bahan jeans mudah menyerap rasa
panas atau dingin. Belum lagi kalau kehujanan, jalanan menanjak dan terjal,
rasanya “berat” sekali mengenakan jeans. Baju berwarna putih kalau terkena noda
sedikit saja akan terlihat kotor, kita ditantang untuk menjaga keapikan warnanya dengan sekian banyak
aral rintangan saat berlangsungnya pendidikan di alam bebas (walaupun pada
akhirnya baju-baju tersebut lebih layak dibuang sepulangnya dari pendidikan).
Kaos Leader
Kaos
ini hanya ada di URaL 28. Cara membuatnya mudah. Beli saja kaos grosiran
berwarna hitam kemudian disablon. Saat perintah pembuatan kaos disampaikan oleh
senior, hal ini pertanda bahwa akan dilaksanakan gladi posko alias pemilihan Komandan dan Wakil komandan URaL 28. Kenapa
angkatan muda wajib mengenakan kaos bertuliskan “leader” di punggung bukan lagi menggunakan kaos putih? Karena
setiap individu dididik untuk merasa mampu serta sadar bahwa dirinya memiliki
potensi dan kesempatan yang sama untuk mengambil peran sebagai pemimpin. Jadi,
siapapun memiliki hak yang sama untuk terpilih sebagai komandan. Siapapun
berkewajiban bersungguh-sungguh mengeluarkan potensinya selama proses pemilihan
komandan berlangsung. Sesederhana itu kan?
![]() |
| Baju Leader Angkatan Surya Telaga + Tali Komando Biru |
Manajemen Perjalanan
Pentingnya
membuat planning kegiatan dan
menuliskan realisasi dari pemanfaatan waktu dalam satu hari. Pada awalnya sulit
membiasakan diri. Namun, karena kerasnya senior mengajarkan urgensi manajemen
perjalanan. Maka, lambat laun dalam keseharian atau petualangan ke belahan bumi
manapun, manajemen perjalanan menjadi rutinitas. Manajemen perjalanan ini
berfungsi untuk melihat efektivitas penggunaan waktu yang akan menentukan bahan
makanan atau kebutuhan yang dibutuhkan dalam setiap perjalanan. Selain itu,
dapat juga menjadi wacana bagi khalayak mengenai suatu objek. Ataupun berfungsi
sebagai kenangan manis yang disimpan untuk kemudian diceritakan kepada anak dan
cucu kita di kemudian hari.
Value dan Pengalaman
Harga
mahal yang URaL 28 berikan adalah value dan
pengalaman selama tiga tahun menjalani masa putih abu-abu. Berpetualang ke
pelosok negeri tanpa meninggalkan kewajiban akademik, berkenalan dengan banyak
orang, melihat lukis agung ciptaanNya, belajar mencintai tanah air, belajar
mengenal diri sendiri lewat alam dan ciptaanNya, seni berperan, rasa tanggung
jawab, rasa memiliki, bonus persahabatan, cinta dan banyak lagi macam rasa dan
penjabaran makna disetiap cerita perjalanan. Hal ini penulis rasakan sendiri setelah
diberikan kesempatan sama Allah untuk bertemu kembali dengan teman-teman
seperjuangan di kota pelajar, Yogyakarta. Semacam reuni. Kami berdiskusi,
melakukan perbincangan mengenai beragam topik tanpa jeda bosan untuk mengulang
kenangan saat pendidikan dan segala hal di SMA. Lucunya, masing-masing bahkan
menceritakan rahasia hati dan mimpi-mimpi soal masa depan.
Terlalu
manis untuk dikenang.
![]() |
| Instgram Azka |
“Tiada masa paling
indah, masa-masa di sekolah. Tiada kisah paling indah, kisah kasih disekolah” -Chrisye-
Terakhir, penulis
menemukan sebuah kalimat ajaib di buku materi URaL 28. Bahwa URaL 28 bertujuan utama menyalurkan apresiasi dalam bentuk
kegiatan yang positif dan konstruktif, yang pada gilirannya akan mengarahkan
rasa Cinta Tanah Air dan penciptan-Nya Tuhan Yang Maha Esa. Maka, penulis
bersyukur menjadi bagian organisasi tersebut. Terima kasih URaL 28 (melebihi
kelima kata tersebut). Segala puji bagi Allah yang menggerakkan hati pada
sebuah tempat belajar yang menyenangkan. Semoga semakin banyak kader cinta alam
yang bersungguh-sungguh menjadi pemimpin di bumi Allah. Memberikan yang terbaik
untuk bangsa ini
Dirgahayu ke-31. URaL
Jaya! Hiduplah selalu URaL Jaya =)
Titis
Sekti Wijayanti
Surya
Telaga
Angkatan
ke-XXVII




iseng tengah malam, gue nyasar ke sini
BalasHapusbaru baca tulisan lo ini haha, keren tis!
Babeeeh. Hahaha. Hatur nuhun sudah mampir. Semoga bermanfaat sampai tamat~
BalasHapusbangga punya adik kayak kamu.
BalasHapuswelcome to the bear family
doddy gana ciherang
Ternyata masih eksis yak Ural 28... Hehehe... Dah lama gak denger gak ngumpul... Jadi inget masa2 bacaang sampe caang... Gladi posko... LLD... Hehehe...
BalasHapusSalam,
Asung, WP'96