Hi, My Power
Tough Girl! Shin Prathiwi
Tis, tau gak? Bisa
jadi Allah mempertemukan kita sekarang
itu karena Allah punya alasan untuk mempersiapkan kita di kehidupan
selanjutnya, makanya kita harus bertemu.
Ingat
gak pernah ngomong begitu sama aku? Ya,
walaupun redaksionalnya tidak sama persis dengan yang aku tuliskan di atas.
Intinya kurang lebih sama, kan? =)
![]() |
| Di suatu "Markas" |
Awal
Porsima.
Satu tempat belajar menyenangkan. “Takdir” yang kemudian menuntun langkah kaki
menjejak dan membiarkan mata menatap wajah-wajah orang hebat yang terdidik di
dalamnya. Program kerja (kerja) jadi awal perkenalan satu demi satu anggota BEM
Kabinet Totalitas Perjuangan (KTP).
Suatu
hari, saat beberapa anak 2010 sedang rapat acara Temu Alumni dan butuh orang
untuk ke pasar membeli buah. Disitulah kita terjebak di atas motor Sup*r X
pergi ke Pasar Legi. Perjalanan yang isinya ketawa-ketawa gak ada habisnya. Kok bisa? Entahlah, mungkin karena pada dasarnya
kita sama-sama suka “sok asik” jadi cepet “nyambung” haha. Disitu mulanya.
Berlanjut
dengan keliling ke beberapa pasar tradisional di Solo, mulai dari Pasar
Ledoksari, Pasar Gede, dan pasar-pasar lainnya beli snack. Pagi-pagi pake baju “gembel” kemana-mana sampai akhirnya
sore hari kita baru sadar kalau yang pakaiannya paling “gak banget” hanya kita saja. Haha. Sesederhana itu awalnya.
Kisah
Bagian
ini kalau ditulis satu-satu gak ada
habisnya untuk diceritain. Rutinitas seputar kampus Kentingan-Mesen-Kos Candra
Dewi 3-FT-Danau Pertanian-KOPMA-Porsima-Mawa yang selalu seru. Motoran sampe
Sragen dengan kanan-kiri bus-bus antar kota antar provinsi. Balada motor mogok
di Manahan padahal pengen nonton Indonesia Channel. Balada terjebak hujan lokal
di Manahan juga karena mau jenguk orang sakit di Rumah Sakit Yarsis gara-gara
menunda solat. Wisata kulineran. Jelajah pasar dan banyak hal-hal seru lainnya
baik yang direncanakan sebelumnya ataupun gak
ternyata itu semua jadi cerita. Umm, yang membuat hal itu jadi berkesan bukan
tempatnya, tapi cerita-cerita soal hidup, cinta, kuliah, dan macam lainnya yang
jadi bumbunya. Hikmahnya? Senang sekali tentunya memperlebar jaringan
silaturahmi di antara kita.
Doa
Shin,
dulu aku dan sahabatku yang lain, yang sering aku ceritakan juga padamu pernah
menuliskan :
“Ada pertemuan, ada
perpisahan. Hal yang mesti kita terima karena hidup pun hanya sementara, yang
penting bukan bagaimana perpisahan itu terjadi, tapi apa yang sempat kita
tinggalkan sebelum waktu berpisah itu datang”
Have super fun final
year in UNS dude!! Keep on focus and give the best present for mama, papa, bro and all
besties. Never, never, never give up. Be positive. Be the collest “mama” ever
for all your children. Especially for your daughter or son, someday. Jiahaha.
Don’t forgetto, hopefully you for a soleh husband :p. Aamin
Semoga
tambah dalam taqwa dan menemukan kebahagiaan dalam arti sebenarnya. Membawa
terus kejujuran dan kebenaran sebagai pegangan hidup. Oh ya, bagi beberapa orang,
25 September bisa jadi gak ada
artinya. Tapi, bagi seseorang 25 September adalah sejarah saat beliau memperjuangkan
dirimu untuk sebuah kesempatan hidup dan tanpa mengenal lelah bosan mendidikmu,
menyanyangimu, memarahimu, menjagamu sepenuh hati tanpa mengenal bilangan waktu
serta jumlah rupiah yang dihabiskan berhari-hari sabarnya sehingga sampai pada
akhirnya kita bisa ketemu di kota ini. Seseorang yang sama-sama kita kagumi
kebersahajaan dan kesabarannya dalam mendidik. Seseorang yang biasa kita
panggil Ibu. Seseorang yang pada akhirnya nanti akan menjadi peran kita, bahkan
cita-cita kita sesungguhnya sebagai seorang putri. Maka, sebelum berbakti
dengan yang lain, sepantasnya kita tunaikan bakti pada yang tidak pernah bosan
menyebut kita dalam doa-doanya.
Bahagia
itu sederhana. Ya, sesederhana gue sayang banget sama Saki, Shin, Nyun, Anti,
Rara, Anne. All my power tough girls.
Once again, have a better age, dear =)

salah satu fungsi tulisan yg paling mengagumkan: mengikat kenangan.
BalasHapus