Langsung ke konten utama

SMA Negeri 28 Jakarta

Bulan ketujuh tahun 2007. Ditemani Ibu, kaki ini menjejak pertama kali di gedung megah itu. Bukan megah secara fisik, namun megah secara kualitas ilmu pengetahuan dan pendidikan. Dari lima pilihan sekolah yang ada, yakni : SMA 28, 38, 39, 99, 98. Allah memberikan tempat belajar di SMA 28.

Sekolah ini ajaib. Masa Orientasi Siswa (MOS) yang biasanya diberikan penugasan untuk membuat beragam prakarya aneh, saya malah hanya disuruh duduk kemudian mendapat banyak ceramah. Permainan yang diberikan kakak OSIS juga ajaib. Tebak-tebakan yang benar-benar mempermainkan cara kerja otak pada umumnya. MOS berlangsung tiga hari di sekolah dan tiga hari di Rindam. Rindam? Iya rindam. Kami memakai pakaian putih dan celana jeans selama 3 hari. Pagi-pagi sudah dibariskan untuk apel. Makan harus dihabiskan. Jurit malam, kemudian ditakut-takuti dengan pocongan melayang. Kami juga diajari lagu-lagu para tentara itu. Belum lagi paket ESQ dua hari yang membuat mata bengkak dan pesantren kilat di Sukabumi yang seru banget.

Kelas X
Kelas X-4. OMELET. Organisasi Merdeka Kelas Sepuluh Empat. Juara 1 lomba TLUB (Tata Laksana Upacara Bendera). Juara 1 Voli Chester (Ceria Tengah Semester), Juara 1 Voli classmeeting. Jalan-jalan satu kelas ke Dufan (Dunia Fantasi). Ujian setiap satu minggu sekali. Masa-masa jadi caang URAL 28. Bikin video shooting sampai masuk kebun orang, termasuk mampir ke rumah bapak Alm. Ali Sadikin. Oh iya! Saat kelas X, kami satu angkatan pernah dihukum untuk remedial upacara bendera karena tidak tertib dan khidmat. Di kelas X juga, saya dididik keras oleh seorang guru tentang arti kejujuran.

Kelas XI
XI IPA 4. SLOVENIA. SebeLas IPA 4 with Our beloVed bu Eni siap mengguNcang dunIA. Nama kelas yang sedikit alay tapi ini adalah kelas terseru yang pernah ada. Suara Cinta dan denting gitar Ebes  membahana di kelas. Lagunya 7 p.m. Juara 1 juga Lomba Cipta Lagu. Belum lagi hiruk pikuk kelas karena banyak yang jualan dalam rangka 28 Cup. Rutinitas di organisasi yang padat. Tuntutan akademik yang besar. Ujian TF satu bulan sekali dengan SKBM 76. Pernah tergabung bersama kumpulan orang-orang yang menyebut diri "RODA". Belum lagi tambahan pelajaran setiap pulang sekolah. Banyak cerita di Bali Bromo Jogja. Nonton film bareng di kelas kalau gak ada guru. Ngumpet-ngumpet kalau mau main poker atau UNO. Sampai bentuk tim khusus pengawas guru piket. Oh iya, bisa-bisanya pemenang lomba senam konsentrasi dari kelas IPA 4. Hahaha

Kelas XII
Tidak ada kata lain selain belajar, belajar, belajar. Bahkan, saat pertama kali duduk sebagai siswa kelas XII kami sudah langsung Try Out SNMPTN. Pagi, siang, sore, isinya belajar dan beribadah. Mendadak semua jadi remaja masjid. Tapi semua terbayar. 99 orang di UI, 55 orang di ITB, dan berpuluh-puluh lainnya tersebar di PTN Nusantara maupun sekolah di luar negeri.Oh iya, jadi ingat pelajaran entertainment yang sering disepelekan dan jadi ajang cabut pelajaran.

Tiga tahun di SMA 28. Tiga tahun berharga.
Masih ingat, waktu kita semua bawa bekal seangkatan dan makan di koridor sekolah. Belum lagi BBJ (Bali-Bromo-Jogja) yang gak terlupa banget. Terutama sama XI IPA 4. Waktu main drive-thru di McD Jimbaran. Jalan kaki bareng sekelas. Main games yang ambil batu es pakai mulut di Bali. Berhari-hari di bus. Foto sampai beribu-ribu banyaknya. Saat-saat Tes Formatif  (TF), belajar bareng dikoridor sekolah. Tidur cepat, bangun pagi-pagi. Mengejar bus sekolah supaya irit ongkos seribu rupiah.

Kebiasaan yang gak terlupa adalah tadarus wajib setiap hari sebelum proses belajar mengajar dimulai. Disiplin harga mati! 06.30 masuk, terlambat dikunci. Tidak peduli guru ataupun siswanya. Tidak boleh memakai jaket selain jaket khusus bertuliskan SMA 28 Jakarta yang dijual di koperasi. Upacara bendera setiap hari senin, barangsiapa yang ngobrol siap-siap dipanggil. Konvoi 17 Agustus-an.Hari batik di SMA 28. Pelajaran bahasa Jepang dengan Happy Sensei yang sangat menyenangkan. Shaking whelss, naik sepeda dari 28 sampai bundaran HI. Senam konsentrasi yang kita anggap jayus. Ahh semuanya itu teramat berkesan walaupun dari semua cerita ini belum termasuk petualangan-petualangan seru bersama URAL 28.

Hampir empat tahun, beberapa teman-teman sudah ada yang di wisuda atau hampir wisuda. Ada yang sedang exchange, ada yang menikah, ada yang jadi Ketua BEM, ada yang jadi duta wisata. Hmm macam-macam. Segala puji bagi Allah. No better than destiny. Sangat bersyukur pernah menjadi bagian sekolah tersebut.

Jadi ingat tema wisuda kita "We make it today, we make it tommorow".
Terpujilah engkau Bapak dan Ibu Guru :)
See you on Top Guysssss

282010 You Rock!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Refleksi Bertambah Usianya Mbarep

Sudah banyak yg bilang jika akan selalu ada “yang pertama kalinya” dalam kehidupan kita. Pertama kali masuk sekolah, pertama kali tes, pertama kali menjadi istri, dan banyak lagi.  Menjalani hal baru pasti banyak tantangan, kebutuhan adaptasi juga resiliensi dari stres/tekanan yang dipicu dari (1) mindset yang menjurus ke overthinking (2) ketakutan (3) kekecewaan (4) juga komen netizen yang julid hehehe Tapi bagimana ya pertama kalinya menjadi bayi? Ini sebuah perjalanan spiritual bagi dua insan yang kemudian mendapat predikat orang tua. Yang dari berbagai riset menunjukkan setiap stimulus, respon, pengasuhannya akan memberikan dampak bagi jiwa si anak dan menghadapi “yang pertama kali” bagi kehidupannya. Artinya, disetiap momen bertambah usianya ada hal baru pula yang perlu orang tua siapkan. Bukan hanya finansial, tapi ilmu mendidik, pendidikan, juga menigisi penuh tanki cinta dalam jiwanya.. Anak-anak mbarep yang tumbuh dengan tanki cinta yang penuh akan lebih mudah mencintai ad...

Selamat Berlayar, Kapten!

Assalamualaikum wr.wb. Teruntuk seorang pemimpin yang ketika membaca kalimat-kalimat panjang ini baru saja memulai pelayarannya... Selamat Berlayar, Kapten! Mari Menarik Jangkar Bismillahirrahmanirrahim. Dek, hari ini berbangga hatilah kepada mereka-mereka yang sampai detik ini bersedia mensejajari kaki dalam perjalanan  rasa di usia keduapuluhtahunmu. Kelak, bersama merekalah perahumu berlayar menuju suatu pulau yang didalamnya berisi ‘harta karun’ yang diinginkan oleh seluruh semesta. Harta karun yang hanya bisa dicapai atas keRidha-anNya. Insya Allah... Dek, berbesar hatilah mendidik adik-adikmu dengan segala keluguannya itu. Mengajak mereka berkeliling seantero perahu. Mengajarkan membaca rasi bintang, membentangkan layar saat badai, memasak untuk seluruk awak kapal, dan banyak pekerjaan-pekerjaan lainnya. Bersiap untuk pertanyaan-pertanyaan ajaib yang kadang terlontar dari benak mereka soal perahu yang sedang kamu kemudikan. Kelak, dari merekalah kita belajar tentang ...

#Serial Penjaga Merah Putih : Arshya

Arshya namanya. Kedua temannya yang lain bernama Salim dan Ibra. Takdir bertemu ketiga anak ganteng ini di salah satu sekolah inklusi kota Surakarta. Ada dua percakapan menarik dengan Arshya. Pertama, saat Ibra bilang, “Bu, aku udah di sunat dong.” Kemudian Arshya menjawab, “Aku juga udah, dan aku tidak menangis, aku kuat. Memangnya kamu. Menangis. Hayo ngaku!” kata Arshya ke arah Ibra dengan intonasi suara yang agak tinggi. Arshya melanjutkan bicara, “Iya bu, aku kemarin di sunat dan aku tidak menangis.” kali ini Arshya bicara sambil menggerakkan jari telunjukkan ke bagian lengan atas tangan kirinya. Seketika itu juga saya tertawa. Sunat yang dimaksud Arshya adalah suntik imunisasi yang kemarin baru saja diadakan di sekolah :D. Percakapan kedua. Arshya, Salim, dan Ibra sedang bermain bersama. Secara tiba-tiba Salim mengucapkan kata-kata yang “tidak baik” dari lisannya. Arshya pun berkata pada Salim, “Kamu harus minta maaf, atau kamu nanti masuk neraka. Mau masuk neraka?” kata...