Langsung ke konten utama

Berlabuh ke Ciamis [2] : Icakan

Lisna, Vani, dan Iboy adalah teman-teman menyenangkan. Ada aja tingkah mereka. Tapi, ada yang lebih menyenangkan lagi di Ciamis. Fitri memberikan kejutan salah satu tempat rekreasi yang memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. Icakan namanya.

Siang pukul 11.00. Saya dan Fitri berangkat keliling Ciamis. Rute kami mulai dari Alun-alun Ciamis ke arah stasiun kemudian makan Mie Ayam enak tak jauh dari terminal Ciamis. Setelah makan, kami jelajah Alun-alun Ciamis berjalan kaki melewati Masjid Agung, kantor Bupati, SMA 1 Ciamis kemudian lanjut ke Icakan naik motor. Perjalanan dari Alun-alun ke Icakan sekitar 30-45 menitan. Jalanan cukup berkelok-kelok. Perubahan suhu akan terasa kalau semakin dekat dengan objek wisata. Sejuk dan bernuansa pedesaan.

Dalam perjalanan menuju Icakan saya menemukan spanduk menarik bertuliskan Kabinet Replika Bersatu Jilid 1. Dahi saya mengernyit. Apa itu Replika? Rasa penasaran terjawab saat menemukan spanduk (di bawah ini). Replika merupakan singkatan dari Remaja Peduli Kampung halaman

Replika : Remaja Pecinta Kampung Halaman

Woho! Kampung ini mengingatkan saya dengan pemuda karang taruna di daerah Gunung Api Purba, Nglanggeran. Di tengah trend bekerja di kota, saya menemukan pemuda-pemuda yang terus berkhidmat merawat kampungnya. Mereka membuat objek wisata, memberikan peluang pekerjaan bagi warga sekitarnya. Keren.

Tentu saja saya selalu menganggap keren teman-teman saya yang dengan berani dan tegas mengatakan “Setelah lulus kuliah, saya akan kembali ke kota asal, kemudian membangun daerahnya”. Tak banyak yang berani ambil resiko kembali ke kampung halaman. Sebab, bekerja di kota besar ada janji gaji yang nilainya lebih tinggi.

Jadi, setelah sampai di Icakan rasa norak saya muncul. Di sana ada masjid yang terbilang megah, danau dengan bebek-bebek airnya, wahana kolam renang, flying fox, kuda, roller coaster mini dan taman dengan saung-saung untuk bersantai sambil menikmati pemandangan alam.


Icakan dilihat dari Masjid

Masjid di Icakan

Pemandangan disekeliling Icakan


I C A K A N

Roller coaster mini

Puas mengitari Icakan ditambah foto-foto dan coba-coba wahana roler coaster mini, kami pun pulang tidak hanya dengan rasa senang tapi juga ilmu. Ini baru namanya jalan-jalan, men!

Another place or time
May Allah give me a chance to be a worth person
Still happy with every steps on my journey
So, see you guys in other inspiration city


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Refleksi Bertambah Usianya Mbarep

Sudah banyak yg bilang jika akan selalu ada “yang pertama kalinya” dalam kehidupan kita. Pertama kali masuk sekolah, pertama kali tes, pertama kali menjadi istri, dan banyak lagi.  Menjalani hal baru pasti banyak tantangan, kebutuhan adaptasi juga resiliensi dari stres/tekanan yang dipicu dari (1) mindset yang menjurus ke overthinking (2) ketakutan (3) kekecewaan (4) juga komen netizen yang julid hehehe Tapi bagimana ya pertama kalinya menjadi bayi? Ini sebuah perjalanan spiritual bagi dua insan yang kemudian mendapat predikat orang tua. Yang dari berbagai riset menunjukkan setiap stimulus, respon, pengasuhannya akan memberikan dampak bagi jiwa si anak dan menghadapi “yang pertama kali” bagi kehidupannya. Artinya, disetiap momen bertambah usianya ada hal baru pula yang perlu orang tua siapkan. Bukan hanya finansial, tapi ilmu mendidik, pendidikan, juga menigisi penuh tanki cinta dalam jiwanya.. Anak-anak mbarep yang tumbuh dengan tanki cinta yang penuh akan lebih mudah mencintai ad...

Selamat Berlayar, Kapten!

Assalamualaikum wr.wb. Teruntuk seorang pemimpin yang ketika membaca kalimat-kalimat panjang ini baru saja memulai pelayarannya... Selamat Berlayar, Kapten! Mari Menarik Jangkar Bismillahirrahmanirrahim. Dek, hari ini berbangga hatilah kepada mereka-mereka yang sampai detik ini bersedia mensejajari kaki dalam perjalanan  rasa di usia keduapuluhtahunmu. Kelak, bersama merekalah perahumu berlayar menuju suatu pulau yang didalamnya berisi ‘harta karun’ yang diinginkan oleh seluruh semesta. Harta karun yang hanya bisa dicapai atas keRidha-anNya. Insya Allah... Dek, berbesar hatilah mendidik adik-adikmu dengan segala keluguannya itu. Mengajak mereka berkeliling seantero perahu. Mengajarkan membaca rasi bintang, membentangkan layar saat badai, memasak untuk seluruk awak kapal, dan banyak pekerjaan-pekerjaan lainnya. Bersiap untuk pertanyaan-pertanyaan ajaib yang kadang terlontar dari benak mereka soal perahu yang sedang kamu kemudikan. Kelak, dari merekalah kita belajar tentang ...

#Serial Penjaga Merah Putih : Arshya

Arshya namanya. Kedua temannya yang lain bernama Salim dan Ibra. Takdir bertemu ketiga anak ganteng ini di salah satu sekolah inklusi kota Surakarta. Ada dua percakapan menarik dengan Arshya. Pertama, saat Ibra bilang, “Bu, aku udah di sunat dong.” Kemudian Arshya menjawab, “Aku juga udah, dan aku tidak menangis, aku kuat. Memangnya kamu. Menangis. Hayo ngaku!” kata Arshya ke arah Ibra dengan intonasi suara yang agak tinggi. Arshya melanjutkan bicara, “Iya bu, aku kemarin di sunat dan aku tidak menangis.” kali ini Arshya bicara sambil menggerakkan jari telunjukkan ke bagian lengan atas tangan kirinya. Seketika itu juga saya tertawa. Sunat yang dimaksud Arshya adalah suntik imunisasi yang kemarin baru saja diadakan di sekolah :D. Percakapan kedua. Arshya, Salim, dan Ibra sedang bermain bersama. Secara tiba-tiba Salim mengucapkan kata-kata yang “tidak baik” dari lisannya. Arshya pun berkata pada Salim, “Kamu harus minta maaf, atau kamu nanti masuk neraka. Mau masuk neraka?” kata...