Langsung ke konten utama

Aku Kakakmu

Aku kakakmu
Banyak orang mengatakan begitu sedari enam belas tahun lalu. Kamu tahu? Beberapa hari setelah ada kamu, rumah menjadi riuh ramai. Sanak keluarga berdatangan, para tetangga dan lainnya. Kemudian aku cemburu, sebab mereka selalu lihat-lihat kamu. Tapi Ibu ingatkan, aku kakakmu. Tak boleh cemburu. Seharusnya menjagamu.

Dulu...
Kamu pasti ingat aku marah-marahin kamu
Kemudian kamu merayu, “kamu senyum dulu, baru aku diam nangisnya”
Atau waktu aku cubit kamu
Kemudian kamu jadi sebal
Bagaimanapun, aku kakakmu.

Kalau dekat bertengkar, kalau jauh merindu
Begitulah kakak adik
Tapi bukankah jarak tidak pernah membatasi cerita-cerita kita?
Pun juga mimpi-mimpi yang kian mengangkasa
dan sejauh apapun, aku masih kakakmu

Maka di hari saat orang-orang mengucapkan banyak doa padamu, harusnya saat itu kita bersyukur. Sebab teramat banyak yang sayang kamu.
Hadiah-hadiah itu...
Gelar-gelar itu...
Nilai-nilai itu...
Hanya bekal adik. Iya, bekal kamu untuk semakin bertakwa dari hari ke hari. Berlomba menjadi kesayanganNya.

dan hari ini, aku semakin yakin padamu.
Kamu yang selalu berusaha mengerjakan setiap ujian sebaik-baik usahamu sendiri.
Kamu yang berbesar hati meminta maaf jika ada hal yang tidak sesuai yang dijanjikan.
Semoga Allah selalu memberkahi hari-harimu. 

Barakallahu fii umrik kesayangan aku :')


Kakakmu,

Aku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Refleksi Bertambah Usianya Mbarep

Sudah banyak yg bilang jika akan selalu ada “yang pertama kalinya” dalam kehidupan kita. Pertama kali masuk sekolah, pertama kali tes, pertama kali menjadi istri, dan banyak lagi.  Menjalani hal baru pasti banyak tantangan, kebutuhan adaptasi juga resiliensi dari stres/tekanan yang dipicu dari (1) mindset yang menjurus ke overthinking (2) ketakutan (3) kekecewaan (4) juga komen netizen yang julid hehehe Tapi bagimana ya pertama kalinya menjadi bayi? Ini sebuah perjalanan spiritual bagi dua insan yang kemudian mendapat predikat orang tua. Yang dari berbagai riset menunjukkan setiap stimulus, respon, pengasuhannya akan memberikan dampak bagi jiwa si anak dan menghadapi “yang pertama kali” bagi kehidupannya. Artinya, disetiap momen bertambah usianya ada hal baru pula yang perlu orang tua siapkan. Bukan hanya finansial, tapi ilmu mendidik, pendidikan, juga menigisi penuh tanki cinta dalam jiwanya.. Anak-anak mbarep yang tumbuh dengan tanki cinta yang penuh akan lebih mudah mencintai ad...

Selamat Berlayar, Kapten!

Assalamualaikum wr.wb. Teruntuk seorang pemimpin yang ketika membaca kalimat-kalimat panjang ini baru saja memulai pelayarannya... Selamat Berlayar, Kapten! Mari Menarik Jangkar Bismillahirrahmanirrahim. Dek, hari ini berbangga hatilah kepada mereka-mereka yang sampai detik ini bersedia mensejajari kaki dalam perjalanan  rasa di usia keduapuluhtahunmu. Kelak, bersama merekalah perahumu berlayar menuju suatu pulau yang didalamnya berisi ‘harta karun’ yang diinginkan oleh seluruh semesta. Harta karun yang hanya bisa dicapai atas keRidha-anNya. Insya Allah... Dek, berbesar hatilah mendidik adik-adikmu dengan segala keluguannya itu. Mengajak mereka berkeliling seantero perahu. Mengajarkan membaca rasi bintang, membentangkan layar saat badai, memasak untuk seluruk awak kapal, dan banyak pekerjaan-pekerjaan lainnya. Bersiap untuk pertanyaan-pertanyaan ajaib yang kadang terlontar dari benak mereka soal perahu yang sedang kamu kemudikan. Kelak, dari merekalah kita belajar tentang ...

#Serial Penjaga Merah Putih : Arshya

Arshya namanya. Kedua temannya yang lain bernama Salim dan Ibra. Takdir bertemu ketiga anak ganteng ini di salah satu sekolah inklusi kota Surakarta. Ada dua percakapan menarik dengan Arshya. Pertama, saat Ibra bilang, “Bu, aku udah di sunat dong.” Kemudian Arshya menjawab, “Aku juga udah, dan aku tidak menangis, aku kuat. Memangnya kamu. Menangis. Hayo ngaku!” kata Arshya ke arah Ibra dengan intonasi suara yang agak tinggi. Arshya melanjutkan bicara, “Iya bu, aku kemarin di sunat dan aku tidak menangis.” kali ini Arshya bicara sambil menggerakkan jari telunjukkan ke bagian lengan atas tangan kirinya. Seketika itu juga saya tertawa. Sunat yang dimaksud Arshya adalah suntik imunisasi yang kemarin baru saja diadakan di sekolah :D. Percakapan kedua. Arshya, Salim, dan Ibra sedang bermain bersama. Secara tiba-tiba Salim mengucapkan kata-kata yang “tidak baik” dari lisannya. Arshya pun berkata pada Salim, “Kamu harus minta maaf, atau kamu nanti masuk neraka. Mau masuk neraka?” kata...