15 Desember 2018 00.30, perutku terasa sakit yang aneh dan belum pernah kurasakan. Jangan-jangan ini yang dinamakan kontraksi sungguhan bukan kontraksi palsu lagi . Ku tahan kram yang menjalar di perutku itu. Satu jam kemudian. Kenapa terasa ‘slemet-slemet’ terus ya ? Masa lahiran hari ini, padahal pagi hari suami mau wisuda, esoknya harus tes SKB di Jogja. Allaaaah…. Rasa sakit yang aneh itu pada akhirnya memberikan dorongan kuat untuk membangunkan suamiku yang sedang terlelap. Setelah ke kamar mandi munculah tanda-tanda persalinan lainnya. “Ayok ke bidan sekarang” “Jangan.. nanti aja nunggu ba’da shubuh sekalian” Dua jam yang berjalan lambat bagiku karena rasa sakit aneh yang membuatku tidak nyenyak memejamkan mata. Sebakda menunaikan sholat shubuh, suamiku dengan sigap menyiapkan tas dan memberitahu seisi rumah bahwa sudah ada tanda-tanda persalinan.. Aku di rundung kegalauan.. “Bi, kalau nanti gak bisa datang wisuda, besok gak bisa ikut SKB ikhlas , ya?” Sorot ma...
Menghimpun Hikmah yang Terserak