Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

IBU

“Ayam Ayaaaam. Ayaaam, Buuu...” “Ayam Ayaaaam. Ayaaam, Buuu...” “Ayam Ayaaaam. Ayaaam, Buuu...” “Bu, Nisa pulang ya. Sudah jam 10, Nisa harus siap-siap berangkat sekolah. Lagipula, Nisa sudah ikut jualan keliling cukup jauh, Bu,” pinta Nisa. “Sebentar lagi ya, nduk. Jualan Ibu masih banyak. Masih berat bawaan Ibu,” Nisa mengangguk lesu. “Mbaaaaak, beli Ayamnya!” “ Alhamdulillah . Nah itu ada yang beli jualan Ibu, nduk . Kamu pulang sekarang ndak papa. Nanti sampaikan pada Bude Warni, adikmu jangan lupa diingatkan untuk makan dan tidur siang ya,” pesan Ibu. “Iya, Bu. Nisa pulang ya. Ibu hati-hati jualannya,” pamit Nisa sambil mencium tangan Ibu. Dalam perjalanan pulang menuju rumah, Nisa tertegun melihat bangunan rumah-rumah di komplek perumahan tempat Ibu berjualan ayam keliling. Nisa membatin,   “ Kapan ya Nisa bisa punya rumah sebagus itu? Rumah dengan taman yang luas. Setiap sore Nisa bisa duduk di taman dan bersenda gurau dengan Ibu, Bapak, juga dik Ayu.” “...

Perjalanan Memakna Bahagia

Solo, Mei 2015 Kata orang, hidup adalah pilihan. Kalau kita boleh memilih, mungkin kita akan memilih lahir dari keluarga yang utuh, memiliki pemahaman agama yang baik, dan harta berkecukupan. Tiga aspek yang menjadi paket komplit dambaan setiap manusia. Sayangnya kita tidak bisa memilih takdir. Namun, doa selalu bisa menjadi jembatan antara takdir dan harapan. Bagaimana pun kita terlahir di dunia, Allah selalu punya cara agar kita menemukanNya. Entah lewat guru kehidupan, ruang-ruang belajar, buku, ataupun alam semesta. Allah selalu punya cara agar kita menemukanNya, kembali padaNya... “Nay, kamu melamun ya?” tanya Rere sambil menyenggol tanganku. “Eh..anu..umm.. hanya sedang merenung” jawabku tergagap. “Hayo merenungi siapa?” goda Rere. “Eh? Bukan merenungi siapa, tapi apa yang sedang aku renungkan. Pertanyaan itu lebih tepat, Re. Hehe . Re, aku yang sekarang berbeda sekali dengan yang dulu. Aku yang dulunya seorang anak pecinta alam, suka berdandan dan bertingkah semauku s...