Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

Tiga Cinta

Takdir bertemu Terjalin asa cinta empat pasang mata Satu visi Menapak setiti demi setiti sekolah kehidupan Janji bersama untuk sebuah angan Dalam lelah perjalanan Keringat perjuangan Tangis kerinduan Senyum kebanggaan Menguatkan hati, menguatkan langjah Yang terkasih, Tiga cinta di tiga kota Walau raga tak selalu sampai pada pelabuhanmu Aku yakin kau selalu ingat Bahwa mutiara akan tetap jadi mutiara Dan kebenaran pun akan tetap benar Seperti benarnya ikatan ini karena Nya Hey, kamu! Pada tanah tempatmu berpijak Teruslah mendewasa Berjanjilah untuk memegang kuncinya Menjaga, mendoa, menularkan kebaikan Padamu tiga cinta Pejuang panji kebenaran Kecup manis petualangan dan ujian rindu Tenanglah teguhlah Jannah Allah pasti untuk kesabaran Andai ada satu cara untuk menatap bersama senja kala itu *Sahabat ialah ia yang berani menunjukkan dan menegakkan kebenaran. Menyayangimu sahabat karena sang pemilik Kasih Sayang* ...

Menyoal Ekstro Intro

“Aku introvert banget nih kata orang-orang, pengen deh bisa terbuka juga dengan yang lainnya” “Aku aslinya introvert loh, tis” “Aku ekstrovert banget” Dan beragam label diri yang lainnya. Kaptenss, taukah? Kalau sebenarnya kitalah yang seringkali memberi label pada diri sendiri. Aku begini Aku begitu Aku adalah Aku tuh orangnya dan seringkali ketika orang lain melihat perilaku kita kemudian memberikan komentar pada diri kita, kita tidak terima? atau tidak mau mengaku lebih tepatnya? entahlah… Padahal yang memutuskan secara logika untuk berpenampilan ataupun berperilaku (yang sekarang kita tampilkan dalam keseharian) kita sendiri, kan ? Kadang syukur memang tidak melulu soal materi berlimpah ataupun jabatan yang baik, tapi syukur bisa jadi menyoal beginilah adanya diri saya setelah sekian lama belajar, bertahun-tahun menuntut ilmu. Bukankah hasil dari belajar itulah yang sekarang mencerminkan siapa diri kita dan bagaimana kita berperilaku? Sudahkah kita belajar?...

Traveling Never Ending

Gegara membaca sebuah kalimat dalam novel ditengah rutinitas magang…   I used to travel to see the world, hoping that someday you and me can travel together   -Travelovers-         Tetiba saya jadi ingat saat saya kelas dua SMA. Waktu itu saya sedang giat-giatnya melakukan banyak aktivitas di alam bebas, bertemu dan berkenalan dengan banyak orang. Sebutlah Pangrango, Baduy, Jelajah Sukabumi, Bogor dan sekitarnya. Nah, saya jadi ingat! Ada sebuah doa yang sering saya lantunkan dalam perjalanan-perjalanan seru tersebut ke teman-teman saya. Doanya semacam kalimat yang saya buat miring (yang diatas itu loh). Bahkan dulu, saat kami (sebutlah saya dan ketiga sahabat karib saya) sedang sering-seringnya curhat bareng, saya pernah juga bercerita soal doa yang sama~   Saya ulangi kalimat itu lagi : hoping that someday you and me can travel together Yeaaah, “the coolest men ever”. Begitu kira-kira saya akan menyebutnya kelak, di s...

Mengelola Stress, Seni Memaknai Kehidupan

Mengelola Stress, Seni Memaknai Kehidupan Oleh : Titis Sekti Wijayanti Bahagia itu ada dalam diri kesannya zahir rupanya maknawi   -Unic- Siapa yang tidak pernah mengalami stres di dunia ini? Stres menjaring ke segala jenis pekerjaan, jabatan bahkan usia. Tak terelakkan. Kadarnya ada yang rendah, sedang, dan tinggi dengan resiko gangguan neurotik atau psikotik. Penyebab stres adalah saat realita tidak sesuai dengan harapan, kemudian timbulah ‘konflik’. Sebuah pergulatan batin mencari titik benar dan salah. Jadilah ‘masalah’ yang kemudian orang-orang berkecenderungan untuk mempermasalahkan ‘masalah’ itu sendiri. Begitulah stres bermula, tumbuh, dan terus saja berkembang dalam diri manusia. Siklus yang tidak akan pernah habis di dalam setiap aspek kehidupan tempat manusia mengaktualisasikan diri. Di lansir dalam sebuah media elektronik bahwa stres dapat memicu seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan tidak sehat seperti terganggunya aktivitas tidur, malas berola...

Pahlawan Tanpa Sebut Jasa

Pahlawan Tanpa Sebut Jasa Oleh : Titis Sekti Wijayanti Keteladanan itu bukan tujuan namun teman perjalanan -Slide PPT Yoga-             Ilmu selalu berbicara soal kompetensi yang kelak akan dimiliki oleh seorang manusia, padahal kompetensi memiliki batas. Ilmu tanpa adab, tidak berarti apapun. Dibutuhkan sebuah sinergi antara kata (ilmu) dan perbuatan. Disanalah ilmu tertantang oleh kemajuan zaman bahwa menjadi seseorang yang berilmu dengan adab yang baik untuk kemudian dapat menjadi model yang baik pula untuk masyarakat membutuhkan proses pembelajaran yang tiada habisnya. Terlebih lagi hidup di Indonesia sudah sepantasnya bagi anak bangsa untuk belajar menjadi seorang negarawan yang lebih baik dari hari ke hari. Negarawan Muda, Belajar Merawat Indonesia! Begitulah sebuah tema yang membangkitkan euforia bagi setiap jiwa yang ikut tergetar hatinya acap kali melihat penggalan kata yang dicetuskan oleh Manajemen Pu...

Kartu Ramadhan, Kartu ‘Bisnis’ sama Allah

Ramadhan...Ramadhan...Ramadhan.... “Hayoo berapa hari lagi bulan Ramadhan?” kataku saat mendongeng di depan adik-adik Ar-Rohmah. “Dua puluh satu hari lagi” jawab mereka serempak. Saya hanya tersenyum simpul, sambil terheran-heran kok mereka bisa tahu kalau Ramadhan kurang 21 hari lagi? Eh , ternyata, sebelum kedatanganku mbak Citra sudah memberitahu adik-adik manis itu kalau Ramadhan tinggal 21 hari lagi.