Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Membumikan Sastra, Mewujud 1 Indonesia

“Kita kepo-kepo linimasa dia, kuy! ” “Beb, gi (lagi) apa?” “Itu ada cabe-cabean lewat...” Kita tentu tidak lagi asing mendengar beberapa anak muda mengucapkan kalimat dengan berbagai kata slang. Kata-kata yang sebenarnya tidak mengandung makna dan tidak ditemukan di dalam kamus bahasa Indonesia namun sangat mengasyikan untuk diucapkan. Belum lagi istilah kids jaman now   yang semakin sering dilontarkan dalam berbagai aktivitas di dunia maya maupun nyata. Apabila anak muda tidak mengenal kata kuy, kepo, cus, sudah dipastikan ia akan dianggap sebagai anak muda yang ketinggalan informasi. Biasanya anak muda tersebut akan dijuluki si Kudet alias si Kurang Update.             Penggunaan bahasa Indonesia yang tidak lagi memperhatikan kaidah penulisan dan pengucapan kalimat berdasarkan EYD kian meresahkan masa depan literasi bangsa Indonesia. Kekhawatiran pun semakin memuncak saat mahasiswa sebagai gambaran seluruh pemuda...