Dik, selalu ada yang berkesan dalam pertemuan-pertemuan kita di atas meja makan, dan itu menjadi bagian yang paling aku suka. Suka jika berlama-lama mendengar cerita kalian. Tangis, tawa, canda, ide, semangat, pokoknya semua-mua yang kalian punya, jadi candu untuk bertemu. Seperti ungkapmu dalam salah satu percakapan kita Mbak, bersyukur itu tidak hanya saat kita diberikan kemudahan oleh Allah atau ketika apa yang kita inginkan dikabulkan Allah. Tapi juga saat Allah menangguhkan harapan kita. Bersyukur saat kita mendapatkan apa yang kita impikan, tentu saja mudah. Setidaknya lebih mudah daripada bersyukur ketika kita sudah berusaha mati-matian namun Allah merencanakan sesuatu yang berbeda dari yang sudah kita usahakan. Tapi kalian, tetap melangitkan rasa syukur itu pada Allah. Walaupun Allah belum izinkan kaki kalian menjejak di Negeri Sakura. Kita jadi belajar mbak, tentang cara membuat film yang baik, juga cara berinteraksi yang baik dengan anak-anak saat pembuatan...
Menghimpun Hikmah yang Terserak