“Kamu marah ya sama Ibu?” “Kenapa harus marah, Bu?” “Karena kemarin kamu gak jadi berangkat ke Padang. Maaf ya bukan maksud Ibu menghalangi keinginan kamu. Ibu hanya khawatir ketika kamu berangkat sendirian ke tanah orang.” (hening) “Gak papa, Bu. Besok Allah ganti. Nanti tis akan naik pesawat bahkan tanpa perlu minta uang Ibu” “Emangnya kamu mau naik pesawat kemana? Lebih jauh dari Padang?” “Iya, Bu. Insya Allah ke tempat yang lebih baik dari Padang. Insya Allah, Bu.” (hening) Kelebat kenangan percakapan bersama ibu hadir saat pesawat lepas landas dari Narita International Airport menuju Chitose Airport di perfektur Hokkaido. Ada telusup haru. Man purposes, Allah disposes. Setiap yang Allah beri selalu yang terbaik bagi hambaNya. Hanya seringkali kita tergesa-gesa. Menyesal dan merasa begitu terpuruk jika satu saja keinginan kita tidak terwujud. Begitulah kuasa nafsu. Bismillah... Perjalanan di mulai dari bandara Adi Soemarmo menuju bandara Soekarno Hatta. ...
Menghimpun Hikmah yang Terserak