Percayalah lelah ini
sebentar saja -Ipang-
Berkas
pembuatan paspor yang kurang ditambah ketidakdewasaan dalam membuat keputusan
pada Takwa dan Upik menjadi lapisan tumpuk rasa bersalah.
Usai
pertemuan di Perpustakaan Pusat. Aku mulai fokus dengan paper penelitian. Akas alumni
Pecinta Alam SMA 7 Surakarta sekaligus mahasiswa jurusan Agroteknologi Fakultas
Pertanian UNS banyak membantu dalam mencari subjek penelitian. Disela
penggarapan itu adalah Shin sang perempuan karibku yang juga rela mengantarkan
ke pusat pengelolaan green campus
hanya untuk mencari secercah harapan agar kami bisa berangkat. Namun, tak
kunjung jawaban “ya kami bisa berangkat” itu didapatkan.
Waktu
berjalan cepat hingga detik-detik pengumpulan semua berkas (paper, scan paspor, dan tiket) kian dekat. Paper belum dikoreksi dosen pembimbing.
Tiket? Uang yang kami punya jauh dari kata cukup. “Allah Maha Kaya, mbak” ujar
Takwa dan Upik menenangkan. Kami sudah berusaha mengerjakan bagian pekerjaan kami.
Sekarang tinggal Allah mengerjakan bagianNya dan kami harus bersiap merapikan
hati terhadap semua takdirNya.
Hingga
janji Allah datang bagi setiap kesabaran... Seperti mengulang kalimat di salah
bagian buku 9 Matahari “Saat kita tidak
lagi menggenggam erat apa yang kita inginkan, justru seketika itu keinginan
kita benar-benar terwujud”. Satu kesulitan yang kami hadapi, Allah
kelilingi dengan empat kemudahan.
Kemudahan pertama terjadi pada suatu malam yang seharusnya menjadi deadline pengumpulan semua berkas.
Tiba-tiba ada sebuah pesan masuk yang intinya berisi bahwa deadline pengumpulan berkas di undur sampai sepekan mendatang. Alhamdulilah. Paper kami masih
berkesempatan untuk di koreksi oleh dosen pembimbing.
Kemudahan kedua Allah berikan pada suatu
siang di Kampus Mesen. Ada sebuah panggilan masuk dari nomor tidak dikenal.
Ketika diangkat ternyata telepon dari Kementerian Pemuda dan Olahraga
(KEMENPORA RI) yang memberi respon terhadap proposal yang kami ajukan. Alhamdulilah. KEMENPORA bersedia
membiayai tiket pesawat kami pergi-pulang (Indonesia – Jepang). Kami? Iya,
kami. Takwa, Upik, dan Aku mendapat support
keberangkatan.
Kemudahan ketiga ditunjukkanNya melalui
kebesaran hati Bapak Kepala Program Studi Psikologi UNS untuk memberikan izin
penggunaan dana sumbangan FK UNS. Proses lobby
yang panjang dan respon penerimaan yang awalnya dilempar kesana-kesini akhirnya
membuahkan hasil. Alhamdulilah.
Kemudahan keempat adalah menggenapnya
perasaan bahagia dan haru saat visa kami bisa keluar dengan kebijaksanaan
Kedutaan Besar Jepang yang memperbolehkan kami menyusulkan persyaratan yang
kurang saat pengambilang visa. Alhamdulilah
Maka nikmat Tuhan-mu
yang manakah yang kamu dustakan? (Q. S. Ar-Rahman)
Allah
tahu sedihnya ditolak berkali-kali saat mengajukan proposal sponsorship. Allah
tahu penatnya menyusun paper di saat yang lain sibuk mengerjakan skripsi dan
tak bosan bertanya tentang keberlanjutan skripsiku. Allah tahu beratnya
mengirit uang saku agar bisa membayar paspor dan visa. Allah tahu pahitnya
berkorban waktu pulang dan kebersamaan dengan keluarga. Allah Tahu Semua
Rasanya.
Setiap
kali mengingat kemudahan-kemudahan itu, rasanya Allah teramat dekat jaraknya.
Hamba yang masih sering lalai tapi Allah izinkan melihat dunia yang lebih maju
dari Indonesia. Sungguh lelah kami yang menggunung itu serta merta luruh
berganti dengan syukur yang melesap. Maka, menjejaknya langkah di Jepang harus
menjadi pembuktian bahwa kami adalah agen rahmatan
lil alamin. Kami adalah pemuda-pemuda Islam dan kami bukan teroris.
When we pray, Allah
hears more than we say, answers more than we ask, and gives more than we
imagine, in His own time and His own way. Allah hears every unspoken word, sees
every unseen wound, and mends every unbearable pain. [Dr. Bilal Philips] -quotes ini buat oleh Ust. Wiranto yang secara tidak sengaja muncul di timeline Facebook-
Sekarang,
pasti kamu percaya kan? Percayalah lelah ini hanya sebentar saja jika kita
senantiasa mengandalkan Allah dalam segala perkara
Bersambung...
kejaiban, sungguh jika Allah berkehendak, maka terjadilah :)
BalasHapusentah kenapa air mataku menetes membaca posting #jepang
Allah selalu punya cara-cara terbaik yang mengejutkan ya? hehe Alhamdulillahirrabila'alamin
BalasHapus