Sudah banyak yg bilang jika akan selalu ada “yang pertama kalinya” dalam kehidupan kita. Pertama kali masuk sekolah, pertama kali tes, pertama kali menjadi istri, dan banyak lagi.
Menjalani hal baru pasti banyak tantangan, kebutuhan adaptasi juga resiliensi dari stres/tekanan yang dipicu dari (1) mindset yang menjurus ke overthinking (2) ketakutan (3) kekecewaan (4) juga komen netizen yang julid hehehe
Tapi bagimana ya pertama kalinya menjadi bayi? Ini sebuah perjalanan spiritual bagi dua insan yang kemudian mendapat predikat orang tua. Yang dari berbagai riset menunjukkan setiap stimulus, respon, pengasuhannya akan memberikan dampak bagi jiwa si anak dan menghadapi “yang pertama kali” bagi kehidupannya.
Artinya, disetiap momen bertambah usianya ada hal baru pula yang perlu orang tua siapkan. Bukan hanya finansial, tapi ilmu mendidik, pendidikan, juga menigisi penuh tanki cinta dalam jiwanya..
Anak-anak mbarep yang tumbuh dengan tanki cinta yang penuh akan lebih mudah mencintai adiknya, temannya, masyarakat, agama dan bangsanya.
Menambah kualitas setiap pertemuan, eratnya pelukan, dan kerendah hatian sambil berharap di setiap melangitnya doa pada Rabb
Padamu, nak…kami berterima kasih atas setiap senyum, maaf dan kelapangdadaan atas marah juga kesal kami..
Padamu, nak.. kami berterima kasih atas kesediaanmu memanggil kami dengan sebutan orang tuamu..
Padamu, nak.. kami berterima kasih untuk sambutan dan pelukan disetiap hadir kami..
Padamu, nak.. kami berterima kasih atas kasih sayangmu yg dicurahkan untuk adikmu..
Sebab kami menginsyafi bahwa tumbuh kembang sang adik yang begitu pesat tidak lepas dari peran kakak yang mengizinkan berbagi buku, mainan, juga kasih sayang..
Semoga kami senantiasa dimampukan mengisi tanki cinta di dalam jiwanya, juga kepada seluruh orang tua baru lainnya.. agar kelak bangsa ini dipimpin oleh para pemimpin yang mencintai dan dicintai oleh masyarakatnya
Padamu Sang Pemilik Kasih Sayang kami menitipkan anak-anak kami padaMu, yang takkan rusak titipanNya
Komentar
Posting Komentar