Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Teladan Kesehatan

Uichol Kim (2006) dalam bukunya Indigenous and Cultural Psychology menerangkan bahwa di setiap masyarakat kultural, manusia membentuk keluarga, membesarkan anak-anaknya dalam rangka mendukung kelangsungan hidup dan kesuksesan mereka serta orang lain di kemudian hari. Beatrice Whiting (dalam Uichol Kim, 2006) melontarkan sebuah istilah cultural learning environment (lingkungan belajar kultural) untuk menyebut semua dimensi (makro dan mikro) dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi tempat perkembangan dan sosialisasi anak. Kaum fungsionalis berasumsi bahwa lingkungan belajar kultural akan terus-menerus berkembang dari waktu ke waktu untuk mendukung proses penyesuaian diri dari berbagai faktor-faktor eksternal. Dalam membentuk suatu lingkungan belajar yang ideal tentunya membutuhkan sebuah pengalaman rutin bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang melalui modelling (meniru) dan berinteraksi dengan orang lain. Lingkungan belajar ini akan terpola dengan baik apabila memiliki model...

Hari Minggu Osyi

Kecipak...kecipak... Perahu mungil itu melaju membawa Osyi dan ayah kembali menuju dermaga kayu. “Kanan...kiri...kanan...kiri...semangat” suara ayah sambil menggerakkan dayung dengan kedua tangannya secara bergantian di sebelah kanan dan kiri perahu. Minggu pagi adalah waktu paling menyenangkan dalam hidup Osyi. Alasannya sederhana karena Osyi selalu melihat ada ayah yang bersemangat di minggu pagi. Setiap satu minggu sekali, ayah selalu menyempatkan waktu sejenak untuk bermain bersama Osyi. Permainan buatan ayah adalah permainan terkeren di dunia. Ayah pandai membuat perhiasan seperti kalung, gelang, dan anting-anting dari batang daun singkong, mainan dari botol atau kaleng bekas bahkan sedotan serta kardus sekaligus. Selain bermain, ayah juga sering mengajak Osyi pergi berkeliling ke hutan sekitar rumah. Mengenalkan Osyi tentang ayam hutan, pohon karet, kumbang, tanaman rambat, daun putri malu dan pagi ini giliran Osyi dan ayah bermain dengan perahu mungil di Danau Suaka...

SMS

Saat awal perjalanan terasa berat, lupakah kita bahwa sebenarnya hanya perlu langkah sederhana untuk memulainya. Saat rasa takut dan khawatir menghambat langkah, ingatlah bahwa hanya keteguhan hati yang akan mampu memfungsikan otak dan menggerakkan otot. Kini saatnya bersiap memulai perjalanan dan menikmati setiap rasa yang telah menanti :) Genggam erat kepercayaan yang telah diberikan, siap memberi jawaban pada mereka yang mencibir, dan biarkan rasa peka menuntun kita menjadi manusia berguna. Selamat mengalunkan Simphony yang indah kawan :) -3 Maret 2013 21 : 19 : 28 - Pesan singkat dari salah seorang teman ngejayus :D We'll never walk alone. never.never.never. Sebab, akan selalu ada Allah dalam setiap perjalanan yang akan kita tempuh. Sejauh apapun. Sepanjang apapun! Ataupun pundak-pundak yang lain yang sedia membersamai dalam suka atau duka. Hanya perlu langkah sederhana, kemudian keteguhan hati, dan menikmati semua rasanya. Sederhana kan? :D. Saya yakin, ...

Antusias

Antusias adalah tanda pertama tentang apa akan jadinya dirimu.  Engkau tak mungkin bersemangat melakukan sesuatu yang tidak kau yakini,  dan engkau tak mungkin bergembira dalam sebuah perjalanan yang tidak kau sukai.  Perhatikanlah, bahwa pribadi yang bersemangat dan bergembira dalam pekerjaannya, akan mencapai kualitas hidup yang baik, melalui apa pun pekerjaannya sekarang.  Tawa, amarah, gelisah, tangis, keluh, semua menjadi satu. Berangkat dari satu keluarga kecil dan bertemu di satu titik dengan memegang misi yang sama. Disanalah awal terbentuknya keluarga besar, yaitu ILMPI.  -Kertas OPREC Panitia Rakernas ILMPI Solo 2012- kaptenss ternyata kunci mencari ilmu adalah antusias. Saya belajar bahwa setiap orang punya kesempatan untuk berkembang dan mengembangkan diri sebagaimanapun Allah menempatkan kita di ruang-ruang yang sudah dipersiapkanNya. Maka, ilmu itu akan hadir, ilmu itu akan datang dan masuk seiring dengan semangat dan antusias yang k...