Uichol Kim (2006) dalam bukunya Indigenous and Cultural Psychology menerangkan bahwa di setiap masyarakat kultural, manusia membentuk keluarga, membesarkan anak-anaknya dalam rangka mendukung kelangsungan hidup dan kesuksesan mereka serta orang lain di kemudian hari. Beatrice Whiting (dalam Uichol Kim, 2006) melontarkan sebuah istilah cultural learning environment (lingkungan belajar kultural) untuk menyebut semua dimensi (makro dan mikro) dalam kehidupan sehari-hari yang menjadi tempat perkembangan dan sosialisasi anak. Kaum fungsionalis berasumsi bahwa lingkungan belajar kultural akan terus-menerus berkembang dari waktu ke waktu untuk mendukung proses penyesuaian diri dari berbagai faktor-faktor eksternal. Dalam membentuk suatu lingkungan belajar yang ideal tentunya membutuhkan sebuah pengalaman rutin bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang melalui modelling (meniru) dan berinteraksi dengan orang lain. Lingkungan belajar ini akan terpola dengan baik apabila memiliki model...
Menghimpun Hikmah yang Terserak