Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Berlabuh ke Ciamis [4] : Hajatan

Sepulangnya dari alun-alun saya kembali ke rumah Fitri. Setibanya disana, rumah sudah ramai oleh warga sekitar karena akan diselenggarakan hajatan/ aqiqah keponakannya Fitri. Tetangga-tetangga Fitri tentu saja kaget melihat ada orang asing disekitar mereka. Saya diberikan pertanyaan dengan prinsip 4W ( who, what, when, where ). Kamu siapa? Asli mana? Kapan sampai? Jurusan Apa? Hehehe Seru pisan euy . Orang Sunda ramah-ramah. Saya diperlakukan macam keluarga sendiri bahkan seperti warga sana asli. Ditambah Lisna yang nempel terus sama saya, jadilah rasa canggung saya sedikit hilang. Saat acara dimulai, saya sempat menjadi dokumentasi amatiran. Jepret sana, jepret sini. Saya sempat mengamati saat kakak laki-laki Fitri hendak memotong rambut pertama anaknya, tangannya sedikit gemetar memegang gunting. Hal itu disinyalir karena pengalaman pertama jadi bapak. Acara malam itu berlangsung khidmat. Semacam hajatan di tempat lain saya masih menemukan ada budaya shalawatan disana. Usai...

Berlabuh ke Ciamis [3] : Alun-alun

Langit Sore di Alun-alun Ciamis Pukul 15.30 kami (saya dan Fitri) undur diri dari objek wisata Icakan untuk kembali ke alun-alun bertemu Sakinah sahabat saya yang menetap bersama keluarganya di Ciamis. Ini kali ke empat saya kembali ke alun-alun Ciamis. Saya sempat berpikir, kenapa hampir di seluruh kota di pulau Jawa yang pernah saya kunjungi memiliki alun-alun kota yang juga menjadi pusat kota? Sebut saja Solo, Ciamis, Yogyakarta, Malang, Banyuwangi, Bandung, dan lainnya. Uniknya lagi, jalan di sekitar alun-alun biasanya di buat satu arah seolah-seolah saat kita berkeliling kota tersebut titik kembalinya terletak di alun-alun. Sempat saya bertanya sama Fitri, “Fit, kayanya mah kita mau lewat mana aja tetep tembusnya ke alun-alun ya?”. Pasti ada filosofisnya. Hemat pikir saya, filosofi alun-alun mengingatkan saya akan kalimat di buku Negeri Lima Menara karya A. Fuadi. Beliau menuliskan setiap ruang kosong kembali ke atas. Kalau orang berkeliling satu kota saja bisa kembali ke...

Berlabuh ke Ciamis [2] : Icakan

Lisna, Vani, dan Iboy adalah teman-teman menyenangkan. Ada aja tingkah mereka. Tapi, ada yang lebih menyenangkan lagi di Ciamis. Fitri memberikan kejutan salah satu tempat rekreasi yang memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. Icakan namanya. Siang pukul 11.00. Saya dan Fitri berangkat keliling Ciamis. Rute kami mulai dari Alun-alun Ciamis ke arah stasiun kemudian makan Mie Ayam enak tak jauh dari terminal Ciamis. Setelah makan, kami jelajah Alun-alun Ciamis berjalan kaki melewati Masjid Agung, kantor Bupati, SMA 1 Ciamis kemudian lanjut ke Icakan naik motor. Perjalanan dari Alun-alun ke Icakan sekitar 30-45 menitan. Jalanan cukup berkelok-kelok. Perubahan suhu akan terasa kalau semakin dekat dengan objek wisata. Sejuk dan bernuansa pedesaan. Dalam perjalanan menuju Icakan saya menemukan spanduk menarik bertuliskan Kabinet Replika Bersatu Jilid 1. Dahi saya mengernyit. Apa itu Replika? Rasa penasaran terjawab saat menemukan spanduk (di bawah ini). Replika merupakan sing...

#Jepang 5: Email

Kamu tahu? Dalam jarak, ada hal yang senantiasa medekatkan. Ia bernama Doa. Darinya lah pengharapan melantun dalam khusyu’ kepada Sang Khalik. Ada yang bilang. Dengan harapan, kita dapat terus hidup. Tapi aku percaya, hanya dengan Doa kita dapat merubah Takdir. Harapan dan Doa itu terbuntal satu ikat. Setelah pengiriman abstrak. Aku harap-harap cemas. Bagaimana kalau abstrak kami diterima? Ini berarti harus ada yang aku korbankan. Dialah Skripsi. Namanya sering menggaung di benak mahasiswa tingkat akhir, begitu juga di benakku. Di sisi lain, Jepang seisinya seperti magnet untuk dikunjungi. Sungguh, perasaan ini kusebut dengan galau. Maaf, tapi bukan galau kacangan tentang cecintaan. Fwd Email Panitia HISAS dari Takwa Hidup dalam pilihan-pilihan menuntutku untuk mengendalikan nafsu dan jeli dalam membuat keputusan. Dalam pendidikan Ibu, aku harus siap menanggung akibat-akibat dari semua keputusanku. Baik atau buruk. Maka, ketika pada tanggal 16 Desember 2013 aku men...