Sepulangnya dari alun-alun saya kembali ke rumah Fitri. Setibanya disana, rumah sudah ramai oleh warga sekitar karena akan diselenggarakan hajatan/ aqiqah keponakannya Fitri. Tetangga-tetangga Fitri tentu saja kaget melihat ada orang asing disekitar mereka. Saya diberikan pertanyaan dengan prinsip 4W ( who, what, when, where ). Kamu siapa? Asli mana? Kapan sampai? Jurusan Apa? Hehehe Seru pisan euy . Orang Sunda ramah-ramah. Saya diperlakukan macam keluarga sendiri bahkan seperti warga sana asli. Ditambah Lisna yang nempel terus sama saya, jadilah rasa canggung saya sedikit hilang. Saat acara dimulai, saya sempat menjadi dokumentasi amatiran. Jepret sana, jepret sini. Saya sempat mengamati saat kakak laki-laki Fitri hendak memotong rambut pertama anaknya, tangannya sedikit gemetar memegang gunting. Hal itu disinyalir karena pengalaman pertama jadi bapak. Acara malam itu berlangsung khidmat. Semacam hajatan di tempat lain saya masih menemukan ada budaya shalawatan disana. Usai...
Menghimpun Hikmah yang Terserak