Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Doa

Seorang sahabat perempuan pernah menasehati saya bahwa hanya satu cara yang dapat merubah takdir. Berdoa. Ya, berdoa dengan sungguh-sungguh, sampai Allah bosan, sampai menggetarkan Ar-Rasy. Betapa Allah akan selalu memenuhi janjinya bagi orang-orang yang bersabar. Innallaha maashabirin. "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar". Bersabar akan ketetapan Lauhul Mahfudznya. Bahwasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk tertukar. Semoga rasa ini selalu sampai kepada yang berhak dan saya pikir mendoakannya untuk selalu berada dalam kebaikan semesta adalah sebuah langkah dan penjagaan dalam penantian yang teramat membesarkan hati. Well, dimanapun kamu semoga doa ini selalu sampai untuk sama-sama menjadi pemuda dan pemudi yang di ridhai Allah

Himapsi Symphony dan “Kotak Manis”

Dua belas tahun lalu mengenal kata organisasi. Menoreh jejak dalam bidang kepanduan, kelimiahan, kesenian, kepencinta-alaman . Dua belas tahun bertahan, menyimpan tanya pada benak. “Kenapa memilih bertahan?”. Entahlah, organisasi seperti magnet. Keasyikan yang menantang adalah setiap menjadi pengurus atau stakeholder organisasi. Organisasi selalu menarik sebagai tempat bereksperimen untuk menuangkan ide gagasan menyoal kaderisasi yang efektif dan menyenangkan. 2013 menjadi tahun “bereksperimen” di Himpunan Mahasiswa Psikologi UNS (HIMAPSI UNS).   Symphony adalah nama sekaligus doa agar HIMAPSI UNS menjadi organisasi yang berkiprah dengan sinergi yang terangkai kokoh dari berbagai keunikan karakter orang-orang di dalamnya. HIMAPSI menjadi salah satu tempat belajar kehidupan serta mengasah softskill bagi mahasiswa psikologi. Dalam kepengurusan kali ini, ada warna baru yang menghiasi salah satu tembok sekretariat. Namanya sugar box (kotak manis). Inspirasi gagasan muncul k...

Janji Seorang Laki-laki

Hidup di perantauan itu mendewasakan. Umm semacam jadi gemar merangkai cerita lalu, kemudian mengambil benang merahnya. Ujungnya, inilah cara Allah mendidik kita. Pendidikan melalui sekolah-sekolah seru dari TK sampai kuliah sekarang, teman-teman yang kita temui, sahabat yang masih setia mendampingi, dan tentu saja orang tua. Ibu dan Bapak. Suatu hari, seorang teman perempuan bercerita mengenai teman laki-lakinya. Katanya, teman laki-lakinya itu sudah kepalang sayang dengannya. Laki-laki itu pun sering berjanji akan membawa hubungan mereka ke langkah yang sangat serius. Tapi, namanya Allah Yang Maha Membolak-balikkan Hati, kandaslah kedekatan mereka. Kalau sudah begitu, biasanya pihak perempuan akan sulit sekali untuk move on . Kemudian, merenunglah saya. Merenung tentang Bapak. Alkisah. Dulu sekali. Ketika saya masih SD. Barangkali kelas 3 atau 4. Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Nurul Aulia tempat saya belajar mengaji sering mengadakan acara tahunan. Biasanya kami akan dilat...