Pagi. Langit masih muram sejak kedatanganku pukul 02.30. Ku lirik handphone dalam tas. Waktu menunjukkan pukul 04.30. Tak terasa, sudah dua jam aku tertidur di bangku stasiun dalam posisi duduk sambil memeluk tas. Stasiun sudah ramai pengunjung. Ahh... lekaslah menunaikan kewajiban dulu sebagai seorang hamba. "CL ke Depok, mas" ujarku kepada petugas Ku ulurkan lembaran biru yang kumiliki, ku amati kartu itu dengan saksama. Sistem perkereta-apian di kota ini semakin baik pelayanannya. "Mbak, kalau udah minggir, gantian" kata salah seorang laki-laki di belakangku. "Oh iya, maaf" kataku Berhentilah melamun batinku. Pagi masih sangat belia. Di kota perantauan, mungkin aku masih mengerjakan pekerjaan "rumah" belum beraktivitas di luar kos. Memasuki peron, ku amati sekeliling. Hampir sebagian besar berjalan menunduk dengan langkah kaki terburu-buru. Beberapa di antaranya menyumpal telinga dengan headset. Entah lagu apa yang sedang mereka den...
Menghimpun Hikmah yang Terserak