"Tis :) ngerasa g sih no better than destiny :) rumh kmu deket UI. Tp km kuliah di UNS. Kmu yg belum berhijab kemudian berhijab, kemudian AAi, kemudian *i*o. Allah kenalkan pada Himapsi, Bem, Dompet Dhuafa. Ah, tis :') nikmat Allah mana lagi yang kita dustakan :') kita seringnya ngeluh pdhl Allah bnyk berikn jln bgi kita bertumbuh smkin dewasa :) selamat pgi, selmt beraktivitas dgn penuh syukur"
25 November 2013 09 : 20 : 49
Kemarin, kembali ke Jogja (lagi). Dalam perjalanan Solo - Jogja, meluncurlah cerita itu dari mulut ini. Ya, no better than destiny.
Manusia berhak merencanakan, tapi Allah yang berhak memberikan yang terbaik.
Sudah punya rumah di Klaten, kemudian pindah ke Jakarta, pindah lagi ke Bogor yang sekarang jadi Depok dan sekarang kembali ke Solo.
Ada tiga sekolah dasar Tugu VI, VIII, dan XI. Tapi hati tergerak untuk masuk SDN Tugu VI.
Ingin masuk SMP 91, Allah berikan tempat di SMPN 102.
Bertekad keras untuk SMA 38, ternyata SMA 28 adalah tempat belajar paling menyenangkan. Berdoa untuk Teknik Lingkungan sekaran bergelut dengan ilmu Psikologi. Belum lagi nikmat bertemu dengan orang-orang hebat dan keren di banyak kota. Allah selalu punya cara mendidik masing-masing hambaNya. Teramat baik caranya.
Well, kita bisa sampai pada pemahaman yang sama soal hidup. Walaupun caranya teramat beragam. Beginilah cara Allah mendidik kita. dan perjalanan itu selalu jadi media pembelajaran, merapikan hikmah yang terserak.
Komentar
Posting Komentar