Pernahkah terlintas pikir jika bekerja lebih mengasyikkan daripada sekolah? Dengan bekerja, kita mendapat upah yang kemudian kita belikan buku, pakaian model terbaru, gadget paling canggih, kendaraan, dan banyak kesenangan lainnya. Beli apapun bisa tanpa perlu minta Ibu dan Bapak. Dulu saat SMA saya pernah terhanyut asyiknya mendapat uang dari hasil jualan gelang, gorengan, lontong, bahkan baju. Dengan uang hasil jualan, saya jadi bisa jalan-jalan keliling Bogor, Puncak, dan Banten. Hingga teguran datang dari guru BK karena nilai semester ganjil di kelas XI turun drastis. Ibu pun turun tangan menasehati. Saat ditanya Ibu mengenai prestasi belajar saya yang turun, dengan enteng saya jawab, “Capek bu belajar terus, bosen !” kemudian seperti biasa Ibu mengomel tanda sayang, “Besok Titis bakal tahu kalau jadi anak sekolah adalah pekerjaan yang paling mudah . Tinggal duduk dan belajar. Ndak perlu repot mikir besok dapat uang atau gak ? Anaknya sudah makan atau belum, blablabla....
Menghimpun Hikmah yang Terserak