Aku
kakakmu
Banyak
orang mengatakan begitu sedari enam belas tahun lalu. Kamu tahu? Beberapa hari
setelah ada kamu, rumah menjadi riuh ramai. Sanak keluarga berdatangan, para
tetangga dan lainnya. Kemudian aku cemburu, sebab mereka selalu lihat-lihat
kamu. Tapi Ibu ingatkan, aku kakakmu. Tak boleh cemburu. Seharusnya menjagamu.
Dulu...
Kamu
pasti ingat aku marah-marahin kamu
Kemudian
kamu merayu, “kamu senyum dulu, baru aku diam nangisnya”
Atau
waktu aku cubit kamu
Kemudian
kamu jadi sebal
Bagaimanapun,
aku kakakmu.
Kalau
dekat bertengkar, kalau jauh merindu
Begitulah
kakak adik
Tapi
bukankah jarak tidak pernah membatasi cerita-cerita kita?
Pun
juga mimpi-mimpi yang kian mengangkasa
dan
sejauh apapun, aku masih kakakmu
Maka
di hari saat orang-orang mengucapkan banyak doa padamu, harusnya saat itu kita
bersyukur. Sebab teramat banyak yang sayang kamu.
Hadiah-hadiah
itu...
Gelar-gelar
itu...
Nilai-nilai
itu...
Hanya
bekal adik. Iya, bekal kamu untuk semakin bertakwa dari hari ke hari. Berlomba
menjadi kesayanganNya.
dan
hari ini, aku semakin yakin padamu.
Kamu
yang selalu berusaha mengerjakan setiap ujian sebaik-baik usahamu sendiri.
Kamu
yang berbesar hati meminta maaf jika ada hal yang tidak sesuai yang dijanjikan.
Semoga
Allah selalu memberkahi hari-harimu.
Barakallahu fii umrik kesayangan aku :')
Kakakmu,
Aku
Komentar
Posting Komentar