Ding dong ding... Suatu siang di masa lalu. Pulang sekolah, ada rutinitas yang kerap dilakukan. Menjemput adik dan memastikan dia sudah makan siang. Usainya, adik biasa pamit bermain di tetangga sebelah. Beruntungnya, Ibu pulang jualan lebih cepat daripada biasanya. Tak lama kemudian, kakak pun sampai di rumah dari sekolahnya. Ketika tiba saat makan siang setelah menuntaskan kewajiban, terjadilah pertengkaran kakak beradik. Permasalahan sepele . Ibu kemudian turun tangan memberi nasihat. “Berantem terus. Sampai kapan mau berantem terus?” “Bukan salah aku, dia duluan yang mulai. Gak pernah mau kalah” “Apa bedanya sama kamu. Sampai kapan mau berantem terus?” (diam) “Kalau Ibu sama Bapak gak ada. Kamu masih mau berantem? Kakak dan adik itu harus saling menyayangi. Gak pareng di lihat dan di dengar. Kalau mbak gak ngalah, ya kamu yang ngalah. Kalau kalian akur , kan senang Ibu liatnya.” “Kok Ibu begitu ngomongnya?” “Ya Ibu mau ngomong apalagi. Kamu kan sudah t...
Menghimpun Hikmah yang Terserak