Dua pekan lalu, di salah satu bangsal rumah sakit kota Depok. Ada pelajaran berharga dari seorang Bapak kepada anak perempuannya. Bapak yang tidak pernah bosan membersamai anak perempuannya lewat nasihat juga teladannya. Seharian beliau berkali-kali bilang “Bapak pulang hari ini, nduk”. Hingga kami berkali-kali mengangguk, mengiyakan keyakinannya untuk pulang. Pagi berganti siang. Siang menjadi sore. Di penghujung sore hari itulah, Dokter akhirnya datang. Melihat sosok berjas putih mendekat ke ranjang, memeriksa tensi dan memainkan stetoskopnya kemudian berkata “Bapak boleh pulang”. Setelah mendengar perkataan dokter, ada senyum yang tersungging dari bibirnya ke arah kami. Senyum yang bermakna “Bener kan, Bapak hari ini pulang.” “Nduk, nanti ke pasar ya, beli kue atau buah buat susternya,” ujar Bapak padaku. “Iya, nanti kalian berdua (aku dan adik) ke pasar ya beli buah 3 kg,” kata Ibu menimpali Aku membatin. Baru kali ini ada seorang pasien yang ingin pamitan pulang t...
Menghimpun Hikmah yang Terserak