Akhir-akhir ini aku baru sadar, bahwa tidaklah mudah untuk bertanggung jawab atas setiap keputusan yang kita buat. Sungguh tidak mudah. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa kan? Hanya perlu kesabaran dalam mengurai setiap benang kesulitan. Menjalani sabar bersama kenangan yang tertinggal dalam diri seorang Ayah sungguh tidaklah mudah. Tawa yang khas saat berhasil membuat aku kesal karena ke-iseng-an yang dibuatnya. Marah yang membuatku jera untuk melakukan tindakan-tindakan nakal. Rangkulan bersahabat saat berjalan menyusuri gang-gang sempit untuk belajar tentang kehidupan. Nasihat-nasihat penuh makna yang menjadi ‘bekalan perjalanan’. Aku masih bisa mengingatnya dengan baik, meskipun hanya dengan memejamkan mata. Tak ada kebencian yang diwariskan walaupun berbanyak orang membuat sakit hatinya. Tak ada malu yang ditunjukkannya jika sedang melakukan aktivitas kebaikan. Tak ada keluh yang diucapkannya meskipun lelah, meski resah dengan cibiran orang sekitar....
Menghimpun Hikmah yang Terserak