Pundak itu akan selalu terbeban.
oleh pekerjaan-pekerjaan yang tak berkesudahan
Tanggung jawab atas sebuah perdaban.
Mata itu akan semakin hitam dan berkantung.
Hanya karena kesediannya bangun paling pagi.
Mencuci pakaian, menyiapkan makanan, memastikan bahwa para penyejuk jiwanya menuntut ilmu dengan penuh kesiapan.
Telinga itu semakin terasah untuk mendengarkan segala macam rasa kehidupan.
Tak akan bosan ia luangkan waktu demi cerita-cerita dunia yang penuh tantang.
Tangan itu semakin kuat menggenggam.
Meyakinkan hati bahwa segala sesuatu pasti memiliki jalan keluar.
Atau sekedar digunakannya untuk mengelus kepala sang buah hati yang sedang penuh pikiran.
Kaki itu semakin kokoh berjalan.
Menjejaki hari-hari penuh ujian.
Walau jadang ada keluh terucapkan.
Namun, tak pernah surut perjuangan
Jiwa itu semakin lapang atas banyaknya kesakitan perasaan oleh lisan, tindakan, bahkan pikiran yang tak sopan.
Ia bertahan
Lebih lama daripada siapapun
Hari berganti
Waktu berputar
Diantara detak dan detik itu, ada peran yang akan di estafetkan
Adakah kesiapan?
Layakkah diri itu mengemban?
Apakah nilai-nilainya akan terwariskan?
Mampukah cita-cita besar itu tertunaikan?
Pertanyakan pada jiwa dalaman.
22 Desember 2015
Dalam perjalanan Solo menuju Depok
Dipersembahkan untuk mereka yang masih menyimpan nyala semangat dalam membina generasi-generasi gemilang. Khusus untukmu, Ibu :)
oleh pekerjaan-pekerjaan yang tak berkesudahan
Tanggung jawab atas sebuah perdaban.
Mata itu akan semakin hitam dan berkantung.
Hanya karena kesediannya bangun paling pagi.
Mencuci pakaian, menyiapkan makanan, memastikan bahwa para penyejuk jiwanya menuntut ilmu dengan penuh kesiapan.
Telinga itu semakin terasah untuk mendengarkan segala macam rasa kehidupan.
Tak akan bosan ia luangkan waktu demi cerita-cerita dunia yang penuh tantang.
Tangan itu semakin kuat menggenggam.
Meyakinkan hati bahwa segala sesuatu pasti memiliki jalan keluar.
Atau sekedar digunakannya untuk mengelus kepala sang buah hati yang sedang penuh pikiran.
Kaki itu semakin kokoh berjalan.
Menjejaki hari-hari penuh ujian.
Walau jadang ada keluh terucapkan.
Namun, tak pernah surut perjuangan
Jiwa itu semakin lapang atas banyaknya kesakitan perasaan oleh lisan, tindakan, bahkan pikiran yang tak sopan.
Ia bertahan
Lebih lama daripada siapapun
Hari berganti
Waktu berputar
Diantara detak dan detik itu, ada peran yang akan di estafetkan
Adakah kesiapan?
Layakkah diri itu mengemban?
Apakah nilai-nilainya akan terwariskan?
Mampukah cita-cita besar itu tertunaikan?
Pertanyakan pada jiwa dalaman.
22 Desember 2015
Dalam perjalanan Solo menuju Depok
Dipersembahkan untuk mereka yang masih menyimpan nyala semangat dalam membina generasi-generasi gemilang. Khusus untukmu, Ibu :)
Komentar
Posting Komentar