Menjejaklah wahai insan Merunduk takzim dalam renungan Bertanya pada jiwa dalaman “Akankah dilepaskan, sesuatu yang menjadi doa dan harapan?” Ialah b ahagia. Kata yang banyak didamba setiap manusia. Tak jarang kita mengharap dalam doa untuk hadirnya pada jiwa. Sedangkan dalam kemunculannya seringkali kita alpa. Sebab abai menjadi kecenderungan manusia. Hingga kesyukuran selalu menjadi hal langka saat keberadaannya. Mungkin kita yang harusnya lebih jeli memakna bahagia. Agar Allah menjaga syahdu dan nikmatnya. Sebagian dari kita menemukan bahagia saat menggenap dengannya yang tersebut sebagai belahan jiwa. Mengarungi bahtera menuju Sa-Ma-Ra. Padahal semua bagian cerita hanya takdir yang telah di tulisNya. Maka ketika menggenapnya rasa, dimanakah bahagia sebenarnya? Sebagian pun mengartikan tawa sebagai wujud zahir dari hadirnya bahagia. Namun, justru seringkali air mata lebih mewakili rasa sebenarnya. Rasa berharap yang besar, ketakberdayaan, juga kecilnya kita sebaga...
Menghimpun Hikmah yang Terserak