Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Jangan Lupa Bahagia

Menjejaklah wahai insan Merunduk takzim dalam renungan Bertanya pada jiwa dalaman “Akankah dilepaskan, sesuatu yang menjadi doa dan harapan?” Ialah b ahagia. Kata yang banyak didamba setiap manusia. Tak jarang kita mengharap dalam doa untuk hadirnya pada jiwa. Sedangkan dalam kemunculannya seringkali kita alpa. Sebab abai menjadi kecenderungan manusia. Hingga kesyukuran selalu menjadi hal langka saat keberadaannya. Mungkin kita yang harusnya lebih jeli memakna bahagia. Agar Allah menjaga syahdu dan nikmatnya. Sebagian dari kita menemukan bahagia saat menggenap dengannya yang tersebut sebagai belahan jiwa. Mengarungi bahtera menuju Sa-Ma-Ra. Padahal semua bagian cerita hanya takdir yang telah di tulisNya. Maka ketika menggenapnya rasa, dimanakah bahagia sebenarnya? Sebagian pun mengartikan tawa sebagai wujud zahir dari hadirnya bahagia. Namun, justru seringkali air mata lebih mewakili rasa sebenarnya. Rasa berharap yang besar, ketakberdayaan, juga kecilnya kita sebaga...

Proposal Kematian

Di setiap berulangnya waktu dalam hitungan tahun ketika Allah menakdirkan kelahiranku ke dunia. Seketika itu juga rasa bersalahku menggunung pada orang-orang disekitar atas banyak hak mereka yang belum aku penuhi. Pun ketika aku katakan bahwa aku sudah mencoba berbuat baik, nyatanya kewajibanku pada mereka masihlah berjebah dan belum tertunaikan secara maksimal. Namun hampir selalunya, doa mereka tetap melantun tulus padaku. Entah secara lisan atau mereka simpan dalam diam. :(( Tak hanya itu, penghambaanku pun masih saja seujung kuku padaNya sedangkan tak kurang sama sekali nikmat yang telah diberikanNya. Bahkan ujian dariNya justru yang membuatku kembali ingat pada ‘hutang’ yang harus aku lunasi. Berhutang kalimat tauhid, bahwa Hanya Dia yang pantas untuk diagungkan atas segala-galanya. :(((( Aku jadi terngiang percakapan 2 tahun yang lalu dengan Bunda. Ketika Bunda menanyakan kabarku saat bertemu dan meledekku dengan pertanyaan, “Gimana kabar hati? Adakah seseorang yang me...