Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Menjeda

Jika aku sebuah kalimat panjang. Sebelum sampai pada ‘titik’ adakalanya aku butuh ‘koma’ untuk membuat tatanan kalimat yang tersusun baik. Jika aku malam. Sebelum sampai kepada pagi. Aku selalu butuh ‘fajar’. Memberi tanda semesta bahwa hari baru telah tiba. Pun jika aku adalah siang. Sebelum pergantian kepada malam. Aku juga butuh ‘senja’. Setidaknya untuk membuat manusia menghela saat melihat jingga. Juga membuat lengkung yang meluruskan segalanya.  Atau kalau aku adalah penguasa jalanan. Sesekali aku butuh ‘polisi tidur’. Mengerem dan  menurunkan gigi, kemudian menaikkan gas dan gigi kembali. Baiklah, nyatanya aku hanyalah seorang ‘pendaki’ yang kerjanya ditantang untuk selalu sampai di puncak. Berjam-jam aku berjalan. Aha! Menemukan pos. Membangun tenda, memasak, tidur, mendaki lagi. Begitu terus sampai pada ‘puncak’. Begitulah hidup. Seringkali membutuhkan jeda. Sesekali (mungkin) saya lelah... Seringkali kita mengeluh lelah. Kemudian menagih waktu...

Numero Uno

Suatu sore, tepatnya pukul 18.00 lewat sekian menit tanggal 23 November 2013. Hari bersejarah bagi saya karena lengser sebagai pengemban amanah di HIMAPSI. Alhamdulilahirobil’alamin . Handphone saya bergetar. Ada tulisan “kakak”, kemudian saya angkat dan... “Halo? Assalamualaikum. Kenapa mbak?” (suara diseberang sana) Hee Halo. Wa’alaikumsalam (suaranya halus banget) Waa Ibu hehe (senyum-senyum nyengir seneng). Iya, Bu? Ibu : kamu dimana? Saya : Di kampus bu. Ibu : Belum pulang? Saya : Belum. Lagi mubes Himapsi nih bu. Pemilihan ketua. Ibu mau ngobrol? Nanti tis keluar ruangan dulu. Ibu : Hoo...yaudah di tutup dulu, diselesaikan acaranya dulu. Saya : Eh? Ibu gak papa. Nanti telpon lagi gitu ya bu. Jam 7an ya bu. Ibu : Iya. Titis acara dulu sana. Saya : Maaf ya bu. Nanti tis kabari lagi. Makasi ya Bu. Maaf ya Bu Ibu : Ya. Ibu tutup ya. Saya : Iya. Dah, Bu. Assalamualaikum Ibu :Ya. Wa’laikumsalam (kemudian saya menyelesaikan mubes). Sesampainya di k...

Sinoman

Nom-noman dalam bahasa Jawa sama artinya dengan anak-anak muda dalam bahasa Indonesia. Istilah tersebut pertama kali saya kenal di Klaten, kota tempat saya dilahirkan. Adik sepupu perempuan saya sering berkata pada saya “Mbak, aku nyinom sek ya” (mbak aku nyinom dulu ya) kemudian dia berganti pakaian khusus dan berangkat menuju tempat nyinom. Sering, saat adik saya berangkat nyinom saya merasakan kebosanan luar biasa di rumah Lik saya karena saya jadi tidak punya teman. Sampai pada sebuah kesempatan saya mengeksplor lebih jauh mengenai rutinitas nyinom adik saya tersebut dan saya terkagum-kagum dibuatnya.  Eksplorasi bermula pada suatu hari saat mbah (nenek sepupu saya) meninggal dunia. Saya di telpon untuk segera pulang. Sesampainya di rumah, saya melihat ada banyak sekali bapak, ibu, dan anak-anak remaja putra ataupun putri membantu proses pemakaman mbah saya. Semua tetangga, bahkan sampai yang berbeda desa datang ke rumah Lik saya kemudian membantu segala jenis proses ...

Perjalanan Rasa

Himapsi Symphony 2013 Hari pertama bulan keduabelas tahun 2012. Barangkali sebagian pemilik mata dalam foto ini menjadi saksi saat sebuah kepercayaan dititipkan untuk dua bahu. Masih teringat saat ada genggaman tangan yang kemudian membisikkan kalimat pada satu telinga “Semangat ya mbak, mbak yang di atas, kami yang membantu dari bawah” . Menghela nafas. Amanah ini bonus atau ujian? Kakak guru bilang “Allah tidak akan memberi ujian pada suatu kaum apabila ia tidak sanggup memikulnya. Tidak ada beban tanpa pundak” , begitu kata beliau. Sementara waktu terus berputar hingga sampai pada hari ketiga bulan ketiga tahun 2013. Kamu, yang telinganya selalu siap mendengarkan semua keluh kesah menuliskan sebuah pesan :   “Saat awal perjalanan terasa berat, lupakah kita bahwa sebenarnya hanya perlu langkah sederhana untuk memulainya. Saat rasa takut dan khawatir menghambat langkah, ingatlah bahwa hanya keteguhan hati yang akan mampu memfungsikan otak dan menggerakkan otot. Kini s...

Pohon Impian

Taraaaa... Ini namanya pohon impian. Pohon Impian ini buatan teman-teman Yayasan Anak Kanker Indonesia dan beberapa anak-anak keren yang di rawat inap di RS. Dr. Moewardi. Ada yang mau jadi dokter, tentara dan banyak lagi. Semoga segala penyakitnya menjadi penggugur segala khilaf. Lekas bersemangat lagi ya adik-adik keren. Kalau kamu punya pohon impian, kira-kira kamu akan menuliskan apa di setiap helai daun yang tumbuh sebelum ia layu atau gugur. Semoga musim kemarau tidak banyak menguapkan semangatmu dan musim hujan semakin mengokohkan akarmu, menangguhkanmu Untukmu yang dengan kepolosannya selalu bisa membuat sebuah lengkung yang meluruskan segalanya. Adik-adik terbaik bangsa ini. Indonesia selalu bangga dengan setiap anak bangsa yang lahir di bumi pertiwi, dimanapun dia dibesarkan dan terdidik :') Kakak Pengabdian Masyarakat Himapsi. Terima kasih juga ya~ Selalu jadi penebar jaring kebaikan yang tak pernah kenal kata bosan. Senang dibersamai kalian dalam sepenggal p...

Pit-pitan

Minggu, 17 November 2013 06.15 WIB Kaos belang-belang, tas selempang hitam, botol minum, masker. Sepeda! Selamat pagi Semesta :') Pagi yang cukup belia untuk memulai gowesan pertama menuju  Car Free Day (CFD) . Niat hati mau ikutan main sama teman-teman Komunitas Anak Bawang sambil nostalgia dengan rutinitas lama. Kayuh, kayuh, kayuh tak peduli lagi dengan lelahnya.  Rute keberangkatan melewati ISI-masuk ke daerah petoran-Mesen-Ps.Gede-Balaikota-Gladak-terus sampai Loji Gandrung. Empat puluh lima menit memanjakan mata dengan nuansa Solo yang pagi tadi sedikit murung. Mengamati orang-orang yang bergegas mengendarai sepeda motornya. Menikmati serunya "berbalapan" dengan bus kota. Membersamai anak-anak kecil dan remaja yang tertawa sambil menggowes sepedanya beramai-ramai. Melongok mbok-mbok pasar dengan dagangannya. Nostalgia bundaran Gladak dengan beberapa aksi yang pernah dilakukan disana. Menahan senyum saat melihat bapak-bapak, ibu-ibu bahkan anak kecil s...