Jika aku sebuah kalimat panjang. Sebelum sampai pada ‘titik’ adakalanya aku butuh ‘koma’ untuk membuat tatanan kalimat yang tersusun baik. Jika aku malam. Sebelum sampai kepada pagi. Aku selalu butuh ‘fajar’. Memberi tanda semesta bahwa hari baru telah tiba. Pun jika aku adalah siang. Sebelum pergantian kepada malam. Aku juga butuh ‘senja’. Setidaknya untuk membuat manusia menghela saat melihat jingga. Juga membuat lengkung yang meluruskan segalanya. Atau kalau aku adalah penguasa jalanan. Sesekali aku butuh ‘polisi tidur’. Mengerem dan menurunkan gigi, kemudian menaikkan gas dan gigi kembali. Baiklah, nyatanya aku hanyalah seorang ‘pendaki’ yang kerjanya ditantang untuk selalu sampai di puncak. Berjam-jam aku berjalan. Aha! Menemukan pos. Membangun tenda, memasak, tidur, mendaki lagi. Begitu terus sampai pada ‘puncak’. Begitulah hidup. Seringkali membutuhkan jeda. Sesekali (mungkin) saya lelah... Seringkali kita mengeluh lelah. Kemudian menagih waktu...
Menghimpun Hikmah yang Terserak