Jika aku
sebuah kalimat panjang. Sebelum sampai pada ‘titik’ adakalanya aku butuh ‘koma’
untuk membuat tatanan kalimat yang tersusun baik.
Jika aku
malam. Sebelum sampai kepada pagi. Aku selalu butuh ‘fajar’. Memberi tanda
semesta bahwa hari baru telah tiba.
Pun jika
aku adalah siang. Sebelum pergantian kepada malam. Aku juga butuh ‘senja’.
Setidaknya untuk membuat manusia menghela saat melihat jingga. Juga membuat
lengkung yang meluruskan segalanya.
Atau kalau
aku adalah penguasa jalanan. Sesekali aku butuh ‘polisi tidur’. Mengerem
dan menurunkan gigi, kemudian menaikkan
gas dan gigi kembali.
Baiklah, nyatanya
aku hanyalah seorang ‘pendaki’ yang kerjanya ditantang untuk selalu sampai di
puncak. Berjam-jam aku berjalan. Aha! Menemukan pos. Membangun tenda, memasak,
tidur, mendaki lagi. Begitu terus sampai pada ‘puncak’.
Begitulah
hidup. Seringkali membutuhkan jeda. Sesekali (mungkin) saya lelah...
Seringkali
kita mengeluh lelah. Kemudian menagih waktu jeda. Bukankah dunia dan seisinya
ini juga hanya sebuah jeda?
Menjeda tidak selalu tentang tidur. Menjeda bisa dengan mengela nafas, minum, makan bersama, membaca, menulis, mendengarkan musik, jalan-jalan, bersilaturahim dan sejuta kata menyoal aktivitas kehidupan lainnya yang menyenangkan.
Menjeda adalah memberikan waktu sejenak kepada diri untuk melihat sejauh mana langkah kaki menjejak. Memberi hak kesenangan pada diri dari rutinitas pekerjaan dan visi kehidupan.
Lelah itu pasti datang semangat itu juga terkadang layu. Itulah gunanya ‘jeda’ dalam hidup. Kita duduk sejenak, melihat sekeliling. Mengambil energi dari alam dan sekitarnya. Mengambil hikmah dari kejadian di sekitar kita. Kemudian kembali mengambil peran. Waktu kita tidak banyak di dunia ini. Mari bergegas. Sebelum waktunya tiba.
Lelah itu pasti datang semangat itu juga terkadang layu. Itulah gunanya ‘jeda’ dalam hidup. Kita duduk sejenak, melihat sekeliling. Mengambil energi dari alam dan sekitarnya. Mengambil hikmah dari kejadian di sekitar kita. Kemudian kembali mengambil peran. Waktu kita tidak banyak di dunia ini. Mari bergegas. Sebelum waktunya tiba.
Menjeda
bukan berhenti, tapi beralih aktivitas.
Menjedalah sejenak. Kemudian tersenyum. Sebab, lelah ini hanya
sebentar saja kawan :’). Camkan! Sebentar saja
mba titis.. izin share ya (: makasiih :D
BalasHapusManggga atuh dek. Semoga manfaat yah :D
BalasHapus