Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Menempatkan Pikiran

Dalam hidup. Ada hal-hal yang memang menjadi tugas kita untuk memikirkannya. Namun, ada pula pikiran-pikiran lainnya yang bukan menjadi wilayah kita menjangkaunya. Kita punya batas. Amat terbatas. Memikirkan sesuatu yang bukan menjadi tugas kita memikirkannya sama saja dengan berbuat tidak adil pada diri kita. Rezeki, kematian, jodoh itu bukan wilayah kita untuk memikirkannya. Sebab, Allah sudah memikirkan itu semua lebih dulu. Lebih baik daripada yang kita pikirkan. Atau sebenarnya bukan kita pikirkan tapi kita takutkan? Allah bahkan sudah menuliskannya di Lauhul Mafhudz. Maka, sebuah kewajaran saat kita memikirkan sesuatu yang itu menjadi hak Allah untuk memikirkannya, kita bakal ngerasa capek sendiri. Karena daya jangkau kita gak bisa sampai situ. Gak sampai pikiran kita untuk memikirkan dan menjaminnya menjadi baik bahkan terbaik. Tapi…dengan begitulah akhirnya kita tahu betapa terbatas kita. Amat terbatas. Hingga akhirnya kita berharap. Memiliki dan membuat harapan...

Sabit Syawal

Langit malam berhias lampu-lampu jalan kota Jakarta masih menjadi suguhan yang menarik untuk dinikmati. Sabit Syawal menampakkan dirinya. Mataku tertuju pada lengkungnya di langit. Namun, pikirku mengembara pada kenangan bersamanya. Bersama Bapak. Satu tahun lalu, tepat satu tahun ketika tangan itu merangkul pundakku erat dan ia memberikan nasihat-nasihat kehidupan yang ternyata menjadi bekal terakhir bagiku. Jakarta memang “keras” tapi juga indah. Jakarta terlihat “keras” jika kita melihatnya dari sisi materi atau kisah-kisah kehidupan dalam   tulisan Moammar Emka yang berjudul Jakarta Undercover . Tapi, Jakarta juga menyimpan banyak keindahan dalam budaya, sudut-sudut kota, beragam peninggalan dan riwayat sejarahnya. Wajar jika Koes Plus berhasil mempopulerkan sebuah lirik “ke Jakarta aku kan kembali, walaupun apa yang kan terjadi” dalam lagunya yang berjudul Kembali Ke Jakarta. …dan hari ini, aku mulai kembali ke haribaanmu Jakarta. Setelah enam tahun belajar ...