“Fit, pulang Ciamis kapan? Ikutan dong” tanya saya ke Fitri. Nur Fitriyani, begitu nama lengkap salah satu adik ideologis saya di kampus Psikologi UNS. Dara asli Ciamis itu berkali-kali mengajak saya untuk main ke kota kelahirannya. Kota Ciamis memang punya magnet untuk didatangi, sebab ada salah satu karib saya yang kini menetap disana. Sakinah namanya. Singkat cerita, tanggal 27-29 Desember 2013 saya memutuskan ikut Fitri ke Ciamis sekaligus silaturahim ke rumah Saki dan keluarganya. Bagi saya, melakukan sebuah perjalanan selalu bisa menjadi sarana untuk berdamai dengan diri sendiri dan berpikir lebih jernih . Ada saja hikmah yang saya temukan dari teman perjalanan maupun tempat yang dikunjungi. Sore hari tanggal 26 Desember 2013 kami berangkat pukul 16.40 dari Terminal Tirtonadi menggunakan bus Budiman seharga Rp 75.000,00 dan tiba di alun-alun Ciamis pukul 04.00 dini hari. Total perjalanan 11 jam terbayar tuntas dengan bubur kacang hijau plus teh anget rasa tawar trak...
Menghimpun Hikmah yang Terserak