![]() |
| Himapsi Symphony 2013 |
Hari pertama bulan
keduabelas tahun 2012. Barangkali sebagian pemilik mata dalam foto ini menjadi
saksi saat sebuah kepercayaan dititipkan untuk dua bahu. Masih teringat saat
ada genggaman tangan yang kemudian membisikkan kalimat pada satu telinga “Semangat ya mbak, mbak yang di atas, kami
yang membantu dari bawah”. Menghela nafas. Amanah ini bonus atau ujian?
Kakak guru bilang “Allah tidak akan
memberi ujian pada suatu kaum apabila ia tidak sanggup memikulnya. Tidak ada beban
tanpa pundak”, begitu kata beliau.
Sementara waktu terus
berputar hingga sampai pada hari ketiga bulan ketiga tahun 2013. Kamu, yang
telinganya selalu siap mendengarkan semua keluh kesah menuliskan sebuah pesan :
“Saat
awal perjalanan terasa berat, lupakah kita bahwa sebenarnya hanya perlu langkah
sederhana untuk memulainya. Saat rasa takut dan khawatir menghambat langkah,
ingatlah bahwa hanya keteguhan hati yang akan mampu memfungsikan otak dan
menggerakkan otot. Kini saatnya bersiap memulai perjalanan dan menikmati setiap
rasa yang telah menanti J.
Genggam erat kepercayaan yang telah diberikan, siap memberi jawaban pada mereka
yang mencibir, dan biarkan rasa peka menuntun kita menjadi manusia yang
berguna. Selamat mengalunkan Simphony yang indah, kawan J”
Kemudian diam dan
menatap tembok. Disana pun tertulis pesan dari dari seseorang sebagai hadiah di
hari kedua puluh tujuh bulan kesebelas tahun 2011
“Ini
adalah gambar sebuah jembatan. Konon katanya struktur jembatan akan semakin
kuat ketika dia dapat menerima beban yang melewatinya dan mengikuti beban itu
sendiri. Pesan : Jadilah seperti sebuah jembatan yang mampu “menyebrangkan”
apapun yang ada disekitarmu “ke tempat yang lebih baik”.”
Maka, semuanya seolah
sudah direncanakan. Kemanapun menghadapkan diri, selalu ada kamu, seseorang, dan kalian
yang tidak pernah bosan menyemangati. Bermula pada angka dan kembali pada
angka. Terima kasih untuk genggaman, nasihat lisan, pesan, tulisannya kawan =)
Well,
punya
teman banyak, disayang sahabat, orang tua, IPK cumlaude, dan begitu banyak
capaian lainnya. Semuanya itu bukan tujuan, tapi bonus dari setiap benih yang
kita tanam. Tujuannya satu : Menjadi pemuda/i yang di Ridhai Tuhannya. Terima
kasih Kapten, sudah membersamai dalam sepenggal perjalanan rasa “Symphony”.
Himapsi Symphony? Together, Brighter =)

Komentar
Posting Komentar