Kalau kau suka makan bilang saya
Saya!
Meja makan adalah tempat favorit yang dikunjungi begitu masuk kamar dan selesai berbenah diri sepulang dari sekolah. Siang itu, seperti biasa rumah lengang. Bapak mengantar pesanan, kakak kerja, adik main. Menyiduk nasi sajalah. Melengkapi lauk eeh ada suara "Assalamualaikum" khas suara Ibu
"Ibu udah pulang jualan? tumben"
"Iya, Alhamdulilah ramai hari ini"
Kebiasaan di rumah kami adalah membagikan kejadian apa saja yang kami temui selama di sekolah atau tempat kerja bersama Ibu. Seletih apapun Ibu sepulang jualan, selalu tersisip 'sempat' bagi kedua telinga Ibu mendengar celoteh kami.
Kebetulan! Moment yang pas untuk mengadu keluh kesah di Sekolah. Hanya kami berdua
"Bu, masa ya tis diancam gak naik kelas kalau ikut lomba (dulu ada suatu lomba yang memang agak pelik untuk diikuti, karena pelatihnya juga agak-agak gimana gitu). Gimana coba bu muridnya ikut lomba gak boleh? Ibu ke sekolah ya, belain titis"
"Ngapain Ibu ke Sekolah?"
"Belain tis lah bu biar naik kelas sama ikut lomba"
"Lah yang sekolah siapa? Yang ikut lomba siapa? Kok Ibu yang diminta ke sekolah. Emang Ibu yang Sekolah"
"Ish, Ibu nih gak kaya orang tua temen-temen aku, ke sekolah belain anaknya kalau ada apa-apa"
(pasang muka bete sambil makan)
"Lah yang sekolah siapa, Ibu tanya? Kenapa Ibu yang harus tanggung jawab? Yang memutuskan siapa waktu itu? Terserah titis pokoknya. Ibu kan tugasnya nyekolahin kamu udah besar, udah tahu mana yang terbaik buat titis"
Jleb!
[meja makan hening]
"Yaudah ah, Ibu mau ke dapur"
Ibu ngeloyor pergi. Jadilah si anak cemberut sambil makan dan berpikir.
Ahh, Ibu. Obrolan meja makan itu sangat mendidik. Ya, mendidik akan nilai-nilai tangggung jawab.
Terima kasih, Ibu
Menanti waktu pulang untuk kembali bercengkrama di meja makan sama Ibu :')
Saya!
Meja makan adalah tempat favorit yang dikunjungi begitu masuk kamar dan selesai berbenah diri sepulang dari sekolah. Siang itu, seperti biasa rumah lengang. Bapak mengantar pesanan, kakak kerja, adik main. Menyiduk nasi sajalah. Melengkapi lauk eeh ada suara "Assalamualaikum" khas suara Ibu
"Ibu udah pulang jualan? tumben"
"Iya, Alhamdulilah ramai hari ini"
Kebiasaan di rumah kami adalah membagikan kejadian apa saja yang kami temui selama di sekolah atau tempat kerja bersama Ibu. Seletih apapun Ibu sepulang jualan, selalu tersisip 'sempat' bagi kedua telinga Ibu mendengar celoteh kami.
Kebetulan! Moment yang pas untuk mengadu keluh kesah di Sekolah. Hanya kami berdua
"Bu, masa ya tis diancam gak naik kelas kalau ikut lomba (dulu ada suatu lomba yang memang agak pelik untuk diikuti, karena pelatihnya juga agak-agak gimana gitu). Gimana coba bu muridnya ikut lomba gak boleh? Ibu ke sekolah ya, belain titis"
"Ngapain Ibu ke Sekolah?"
"Belain tis lah bu biar naik kelas sama ikut lomba"
"Lah yang sekolah siapa? Yang ikut lomba siapa? Kok Ibu yang diminta ke sekolah. Emang Ibu yang Sekolah"
"Ish, Ibu nih gak kaya orang tua temen-temen aku, ke sekolah belain anaknya kalau ada apa-apa"
(pasang muka bete sambil makan)
"Lah yang sekolah siapa, Ibu tanya? Kenapa Ibu yang harus tanggung jawab? Yang memutuskan siapa waktu itu? Terserah titis pokoknya. Ibu kan tugasnya nyekolahin kamu udah besar, udah tahu mana yang terbaik buat titis"
Jleb!
[meja makan hening]
"Yaudah ah, Ibu mau ke dapur"
Ibu ngeloyor pergi. Jadilah si anak cemberut sambil makan dan berpikir.
Ahh, Ibu. Obrolan meja makan itu sangat mendidik. Ya, mendidik akan nilai-nilai tangggung jawab.
Terima kasih, Ibu
Menanti waktu pulang untuk kembali bercengkrama di meja makan sama Ibu :')
Komentar
Posting Komentar