Dua belas tahun lalu mengenal kata
organisasi. Menoreh jejak dalam bidang kepanduan, kelimiahan, kesenian,
kepencinta-alaman. Dua belas tahun
bertahan, menyimpan tanya pada benak. “Kenapa memilih bertahan?”. Entahlah, organisasi
seperti magnet. Keasyikan yang menantang adalah setiap menjadi pengurus atau stakeholder organisasi. Organisasi
selalu menarik sebagai tempat bereksperimen untuk menuangkan ide gagasan
menyoal kaderisasi yang efektif dan menyenangkan. 2013 menjadi tahun
“bereksperimen” di Himpunan Mahasiswa Psikologi UNS (HIMAPSI UNS).
Symphony
adalah nama sekaligus doa agar HIMAPSI UNS menjadi organisasi yang berkiprah
dengan sinergi yang terangkai kokoh dari berbagai keunikan karakter orang-orang
di dalamnya. HIMAPSI menjadi salah satu tempat belajar kehidupan serta mengasah
softskill bagi mahasiswa psikologi. Dalam
kepengurusan kali ini, ada warna baru yang menghiasi salah satu tembok
sekretariat. Namanya sugar box (kotak
manis).
Inspirasi gagasan muncul ketika teringat
dengan acara Youth Camp yang
diselenggarakan oleh KPK RI. Masing-masing peserta mendapatkan satu amplop putih
berukuran panjang untuk diberi nama kemudian ditempel di dinding. Seluruh
peserta Youth Camp bertugas
memberikan semangat, komentar, kritik, saran atau beragam informasi lewat
selembar kertas kecil yang dimasukkan ke dalam amplop tersebut .
Ketika ide menempelkan amplop-amplop
pengurus HIMAPSI di salah satu sudut sekretariat diluncurkan, muncul ramuan
kreativitas dari pengurus HIMAPSI lainnya. Aha! Kita buat saja struktur
organisasi dalam bentuk sugar box. Seperti
apa jadinya? Ini dia fotonya.
Fungsi utama sugar box adalah menggambarkan struktur organisasi serta alur
koordinasi di dalam kepengurusan HIMAPSI UNS. Fungsi lainnya sebagai sarana komunikasi antara anggota terhadap
pengurus HIMAPSI atau komunikasi
antar pengurus HIMAPSI. Senang sekali menatapnya kan? Ada kuning, hijau,
ungu, merah muda dan lain-lain. Kamu perlu tahu bahwa perkembangan teknologi
yang memanfaatkan spektrum variasi warna, seperti televisi, internet, dan
telepon seluler, menghasilkan penelitian intensif tentang dampak warna pada
proses psikologi, yaitu arousal (daya
tarik) (Greene, Bell, & Boyer, 1983; Wilson, 1996). Selain memberikan daya
tarik, warna-warna tersebut menandakan nama-nama pengurus dalam suatu komite.
Beberapa organisasi yang berkunjung ke sekretariat HIMAPSI pun mengaku senang
melihat deretan kotak berwarna-warni tersebut. Sugar box membantu saya
selaku “kakak yang dituakan” dalam organisasi tersebut saat presentasi mengenai
HIMAPSI di hadapan tamu kunjungan. Tak perlu repot membuat PPT atau
mengingat-ingat nama komite yang banyak jumlahnya. Hahaha.
Mengapa komunikasi dilakukan melalui ‘kotak
manis’? Karena, adakalanya sebuah tulisan dapat menggugah hati dan pikiran
orang yang membaca tulisan tersebut. Mengoordinasi sembilan puluh kepala dalam
satu organisasi bukanlah pekerjaan yang mudah. Efektivitas tulisan menjadi
solusi bagi penyampaian suatu rasa, gagasan yang tidak sempat ataupun tidak
dapat dikatakan oleh lidah. Jadi, dengan adanya ‘kotak manis’, setiap hari
selalu ada alasan bagi pengurus untuk datang ke sekretariat walau hanya sekedar
mengintip selembar kertas ke dalam ‘kotak manis’.
Berikut adalah beberapa kata dan kalimat
menarik yang saya temukan dalam ‘kotak manis’ saya :
Mbak
Titis I <3 U, haha. Ayo mbak diskusi lagi, kemarin aku dpt ilmu ttg kajian.
Kangen diskusi sm mb’titis
Turunkan
Titis =)
Kapten!
Tularkan semnagatmu ke aku.. : (
Mereka
boleh membakar kebun bunga, tapi mereka tidak akan bisa menghambat datangnya
musim semi. Semangat Titiso. Jadilah pemimpin seperti gembala yang menjaga
kawanan dombanya dari belakang, tanpa mengharapkan kesadaran dari dombanya
bahwa mereka sedang dijaga :))
Manis sekali kan isinya? Semanis
pemberian nama kotak tersebut. Baiklah, ‘kotak manis’ menjadi kotak inspiratif,
kotak keluh kesah, dan beragam macam rasa yang dirasa dalam satu tahun
kepengurusan. Himapsi Symphony dan ‘kotak manis’ barangkali
hanya segelintir cerita tentang manisnya rasa yang tersimpan rapat dalam sebuah
kotak. Biarkan rasa itu terangkum kemudian menjadi alunan symphony yang indah di ujung kepengurusan. Bagaimana dengan ‘kotak
manis’ organisasimu?
Terima kasih untuk kapten-kapten terbaik
kami di dalam Sekretaris Umum atas ide cemerlangnya untuk mengatur ‘rumah’
secara apik dan mengesankan. Devri, Aya, Ajeng, Dhea, Intania, Hasan, Puspa,
Rasna, Deddy, dan Sheilla serta teman-teman pengurus lainnya yang membantu
dalam pembuatan sugar box delapan
bulan yang lalu. Aku tanpamu, butiran debu. Hehehe. Salam Symphony, Together Brigther! (Titis)

Komentar
Posting Komentar