“Kamu marah ya sama
Ibu?”
“Kenapa harus marah,
Bu?”
“Karena kemarin kamu gak
jadi berangkat ke Padang. Maaf ya bukan maksud Ibu menghalangi keinginan kamu.
Ibu hanya khawatir ketika kamu berangkat sendirian ke tanah orang.”
(hening)
“Gak papa, Bu. Besok
Allah ganti. Nanti tis akan naik pesawat bahkan tanpa perlu minta uang Ibu”
“Emangnya kamu mau naik
pesawat kemana? Lebih jauh dari Padang?”
“Iya, Bu. Insya Allah ke
tempat yang lebih baik dari Padang. Insya Allah, Bu.”
(hening)
Kelebat
kenangan percakapan bersama ibu hadir saat pesawat lepas landas dari Narita International Airport menuju Chitose
Airport di perfektur Hokkaido. Ada telusup haru. Man purposes, Allah disposes. Setiap yang Allah beri selalu yang
terbaik bagi hambaNya. Hanya seringkali kita tergesa-gesa. Menyesal dan merasa
begitu terpuruk jika satu saja keinginan kita tidak terwujud. Begitulah kuasa
nafsu.
Bismillah...
Perjalanan
di mulai dari bandara Adi Soemarmo menuju bandara Soekarno Hatta.
| Bumi hijau Indonesia dari atas langit (masih di pulau Jawa sih ini) |
| Lautan Awan. Mau coba berenang? :D |
"Mbak sampein sama Ibu, Bapak, Ayu, aku berangkat malam ini. Doakan ya"
Malam itu pukul 22.15 kami lepas landas dari Soekarno-Hatta International Airport menuju Narita International Airport.
"Gue gak mimpi kan sekarang?" kataku membatin.
Malam itu, bersama dengan orang-orang asing lainnya kami terbang menuju sebuah tempat yang sama-sama menjadi impian kami. Disanalah kami menjejak. Menghimpun hikmah yang terserak.
Sembilan jam perjalanan di langit, menyebrangi samudra di pekatnya malam kemudian tiba saat matahari terbit. Sebelum landing aku sempat melihat sebuah video dari sky-tv di dalam pesawat ANA (All Nippon Airlines) tentang suguhan penerbangan mereka dengan panorama matahari terbit. Kemudian Allah mengizinkanku untuk menyaksikannya. Live!
| Suasana di Narita International Airport ketika kami baru mendarat |
| Salah satu poster di bandara Narita |
Well, touch down Japan! Alhamdulillah. Setelah menjalani beberapa prosedur dari petugas imigrasi, kami bersiap "melahap" inspirasi di negeri Sakura salah satunya : nikmatnya antri tanpa harus ada yang menyerobot. hehe.
Tiga jam kemudian kami siap melakukan penerbangan selanjutnya. Ya! Ke Chitose Airport kemudian menuju kota Sapporo di perfektur Hokkaido.
Bismillah (lagi)
Melihat kota Tokyo di ketinggian hingga melihat jajaran pegunungan yang berselimut salju juga puncak Gunung Fuji di kejauhan (sangat-sangat jauh jarak pandangnya jadi gak bisa di foto). Menyebrasi lautan hingga sampai di sebuah pulau yang berselimut salju.
| Tokyo |
| Lihat perbedaannya |
| Barisan bukit bersalju |
| Di atas lautan |
| Hokkaido |
Perjalanan di atas awan itu meninggalkan kesan yang mendalam padaMu Rabb. Berawal dari
izinMu untuk menemukan Kuasa-KuasaMu dan bermuara pada lesap syukur padaMu. Sungguh Allah seagung-agungnya
pelukis dari setiap keindahan alam. Takjubnya melihat bumi hijau Indonesia,
tanah coklat negeri sakura, lautan awan putih, gelap malam melintasi samudra,
deretan bukit dan bersalju dan gunung Fuji dikejauhan.
Tuhan betapa aku malu atas semua yang Kau beri padahal diriku terlalu sering membuatMu kecewa...dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMu, betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMu... -Edcoustic-
bersambung...
Komentar
Posting Komentar