Minggu,
24 Februari 2013
Berbekal bau tanah basah
Matesih, sepulangnya survei dengan para ‘Kapten’ terbaik Psikologi UNS. Well,
undangan itu datang lagi! Bermain bersama-sama Pasukan Rejosari. Lo tau tokoh
Kugy di novel Perahu Kertasnya Dee, kan? Kugy punya pasukan Alit di Bandung
sedangkan gue punya Pasukan Rejosari di Solo. Pasukan Alitnya Kugy punya saung,
rumah pohon, banyak pernak-pernik dari gelas dan botol semua menyatu dengan
alam. Beda sama Pasukan Rejosari yang mainnya sama buku-buku (perpustakaan ACI)
di rumah yang saat ini menjadi tempat ACI (Autism Care Indonesia) cabang Solo
melakukan terapinya juga. Kalau diliat dari setting tempatnya emang beda banget
tapi ada kesamaan Pasukan Alit dan Pasukan Rejosari. Sama-sama manis dan
menggemaskan :D begitulah dunia anak-anak. Sangat menyenangkan. Selalu berhasil
membuat muka gue yang konon katanya galak dan jutek jadi cerah ceria, kemudian
semangat, sampai ngelus-ngelus dada karena nakalnya mereka ataupun sekedar
tersenyum simpul. Gak percaya? Coba aja deh lo perhatiin. Wajah-wajah orang
dewasa yang biasanya galak, menyeramkan, menyebalkan jadi berubah gitu. Gue aja
baru sadar gara-gara beberapa hari lalu diajak ngobrol sama mbak Eka
Sulistiana, begini obrolannya :
Mbak Eka : Tis, liat deh nih
mukanya pak Abraham Samad *sambil nyodorin majalah Integrito yang ada foto si
bapak di depan anak-anak*
Gue : *liat foto sambil
manggut-manggut*
Mbak Eka : Emang ya orang itu
mau seserem apa juga kalau di depan anak-anak pasti keluar deh sisi lainnya,
tis *Sisi lain yang dimaksud mbak Eka adalah muka wajah orang-orang yang
berinteraksi sama anak-anak itu jadi lebih sumringah dan kalau di foto
senyumnya tuh juga beda diliatnya, gak sama kaya foto senyum narsis biasa*
Gue : *mikir manggut-manggut*
Nah, itu pak Abraham Samad
aja luluh sama anak-anak kan buktinya, masih gak percaya? Bolehlah liat majalah
Integrito edisi terbaru :D
*balik ke Pasukan Rejosari*
Sampai di bakal calon (Rumah
Hebat Indonesia) alias basecamp ACI, gue udah disambut sama Chandra yang duduk
lesehan depan rumah sambil ngurusin potongan-potongan kertas. Waktu gue tanya
“heh, kamu ngapain dek?”. Si Chandra bukannya jawab malah teriak
“Kembaaaaaaaaaaaar reneo (kesmarilah)”. Terus turunlah dua anak kembar sambil
lari-lari di tangga. Baiklah karena gue diabaikan lebih baik gue naik ke atas
hahaha. Oh iya! Kenalin partner nebeng kece gue hari itu Anastasia Ratry.
Lanjut, gue dan Anas sampai di sebuah ruangan berukuran 3x3 yang sudah berisi
kurang lebih 10an anak yang sudah pada mandi, wangi dengan beberapa memakai
bedak belepotan. Disana ketemulah dengan sesepuh para anak-anak mbak Anis Diah
Ayu Mashita dan Shari yang duduk di pojokan sebagai operator laptop. Setelah
pengarahan dari mbak Anis anak-anak duduk diam, terus kenalan deh sama kita.
Nah ada percakapan lucu. Jadi kan itu bukan kali pertama gue main kesana jadi
gue udah kenalan dengan beberapa anak, tapi karena jarang main jadi (mungkin
mereka lupa). Waktu mbak Anis nanya “Hayoo ini siapa”. Anak-anak pada diem
keliatan kaya mikir gitu, terus asal sebut nama *si kembar*. Waktu mbak Anis
nyebut “mbak Tiiiiiiiiiiii” mereka jawab serempak “Naaaaaaaaaaaa”
Gue mau ngakak dan bahkan
emang ngakak beneran habis itu hahaha baiklah udah berapa kali nama gue sering
diganti-ganti sendiri sama beragam anak-anak. Sampai akhirnya dimulailah kita
menonton film Laskar Pelangi.
Gue duduk di deket pintu,
pertama nonton pada hening, tapi itu bertahan hanya 15 menit saja! Pasca lima
belas menit, berikut yang terjadi :
~salah satu kembar pindah
posisi tempat duduk
~si kecil Tya ngikut
pindah-pindah juga
~usek-usek semua ganti posisi
tempat duduk
~ada yang tangannya di
gerak-gerakin di proyektor biar membentuk bayangan gitu
~chandra keluar kelas
~kembar ikut keluar
~kembar dan Chandra kembali
masuk dengan balon ditangan masing-masing
~kembar memberi aba-aba
“siji, loro, telu”
DAN MELETUSLAH BALON-BALON
yang di bawa KEMBAR dan CHANDRA
Seketika itu film Laskar
Pelangi terabaikan, keriuhan terjadi dan mereka semua tepuk tangan, saling
lempar potongan kertas yang ada di dalam balon, ruangan jadi berantakan dan
penuh sampah potongan kertas.
*gue paham akhirnya apa yang
direncakan Chandra dan Kembar pas gue dateng*
Kemudian datanglah ‘ibundanya’
dari anak-anak ini. Di stoplah filmnya dan terjadi keheningan seketika
Ibunda anak-anak (IAA) : Hayo
siapa yang bawa-bawa balon
*hening*
IAA : hayo siapa blablabla
*Chandra angkat tangan,
kembar ikut angkat tangan*
IAA : *mengalirlah nasihat
dengan kata-kata tegas tapi penuh kasih sayang*
Kemudian mereka bareng-bareng
beresin sampah kertasnya dan meminta maaf. Manis sekali bukan? Baiklah, gue
emang cuma pengamat sejati waktu itu, tapi gue menikmati sekali karena ada
pembelajaran yang gue petik dari KEJUJURAN yang dilakukan Chandra dan Kembar.
BERANI JUJUR itu HEBAT, dik dan kalian sungguh adik-adik HEBAT. Sekecil itu
namun sudah memberikan teladan kepada adik-adik kecil lainnya. Touching banget :’)
Tapi ada kejadian lucu, jadi
setelah diberikan nasihat sama IAA kan dibilang harus rapi dan tenang itu loh
kaya mbak yang dipojok, eh si kembar langsung duduk di pojokkan. Hahaha dasar
si kembar. Gemes banget sama anak-anak nakal, cerdas, hebat dan insya Allah
soleh ini.
Singkat cerita sampailah kita
semua dipenghujung rangkaian acara menonton film Laskar Pelangi. Setelah proses
panjang karena filmnya berenti-berenti mulu *yah tau sendiri kan hasil film
kalau minjem di rentalan gimana* Mbak Anis masuk kelas, memberikan pengarahan
dan mereka pun menulis cita-cita mereka. Yuk disimak kakak : ), didoakan bersama
pula yaa...
Wahyu
Cita-cita
saya = pemain sepak bolak karena aku suka pemain bola
Gibran
Cita-citaku.
Cita-citaku adalah guru agama karena aku suka menjadi guru agama
Dinta
Aku
ingin menjadi guru karena guru (karena guru) memberi anak-anak pendidikan dan
ilmu.
Distia (si kecil yang masih 3 tahun)
GURU
Distika
Aku
ingin menjadi guru untuk membanggakan orangtuaku
Aku
ingin menjadi guru kelas VI
Aku
bisa mengajar adik-adiku yang masih sekolah dan aku ingin menjadi guru dan aku
ingin membantu orang dijalanan untuk belajar itulah cita-citaku. Saat aku
dewasa nanti
Galuh
Ayu P. H
Saya
ingin menjadi guru karena bisa memberikan pendidikan kepada semua anak-anak
yang kurang pandai. Oh ya guru bisa mengajar anak-anak yang kurang mampu dengan
secara gratis. Anak-anak yang kurang mampu apabila mendapatkan nilai yang bagus
akan mendapatkan beasiswa. Aku sangat ingin menjadi guru. Aku berdoa selalu
agar cita-citaku bisa tercapai ~nanti~ judulnya : ^_^ inilah cita-citaku
Ini
cita-citaku untuk membahagiakan orang tuaku
Orang
tuaku sangat bangga melihat cita-citaku
Virgin
Guru
nari
Indra
Pilot
Naufal
Bola
Anggun
Cita-cita
saya : dokter karena biar pintar
Yusniar
Cita2
ingin jadi guru karena bisa memberikan pendidikan untuk anak-anak
Risky
Cita-citaku
ini
Hobiku
Aku
ingin menjadi pemain sepak bola dan aku ingin menjadi pemain yang terkenal
Jemi
Zulvikar A.
My
cita-cita = tentara
Karena
Saya
ingin memperkuat daerah pertahanan negara Indonesia agar tidak mudah dijajah
oleh negara lain
(cius
miapa)
*ttd
*jenjen
*i
love Indonesia
Chandra
Cita-citaku
Nama
saya Chandra saya duduk di bangku kelas VI saya cita-citanya menjadi Arsitek
dan pelukis menjadi pelukis itu sangat hebat karena pelukis itu punya talenta
yang baik baik karena untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan aku ingin menjadi
pelukis terhebat di Indonesia dan di sekitarnya amieen...
(dibalik
kertas Chandra bikin gambar-gambar dan tulisannya bagus dan rapi banget deh)
Cita-citaku
yang ku uraikan sepanjang hidupku. Hay sahabatku Terima Kasih. Mbak anis. Mbak
sari. Terima kasih ACI Solo dan tim perpustakaan
Mulia sekali bukan cita-cita
mereka? Selugu dan sekecil itu tapi dengan mimpi besar dan insya Allah
kepercayaan diri besar pula. Jadi inget kemarin waktu screening ada yang bilang : “Susahnya menjadi orang dewasa adalah
menjaga impian besar mereka”. Dulu sekali pak Yoyok KPK juga pernah bilang
“Kesalahan kecil yang dibuat orang dewasa bisa berakibat besar bagi masa depan
anak-anak”. Hiks uhuk daleeeeem. Saya jadi bersepakat dengan dosen
Psikodiagnostika 3 saya semester ini Pak Arif bahwa mahasiswa HARUS GALAU! Yap,
harus galau kalau belum bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya, setidaknya
untuk keluarga mereka. Well, galau yang bermanfaat. Galau itu fitrah tinggal
tantangannya adalah meletakkan galau sesuai pada tempatnya.
Oh iya, waktu gue buka buku
masa kecil gue inget kalau gue dulu pernah nulis cita-cita : Insinyur
Pertanian, Guru :D
Apa cita-cita lo?
Baiklah menutup tulisan ini
dengan perasaan bangga luar biasa dengan pasukan Rejosari kami. Semoga dik,
semoga semangat dan keoptimisan akan mimpi-mimpi itu akan mengukir senyum suatu
hari nanti, mimpi yang membuat Allah pun bangga menciptakanmu, menciptakan
kita. Semoga kaki-kaki kecilmu selalu kokoh berpijak, bertebaran di muka bumi,
menebar kebaikan. Selalu belajar darimu, dik sekecil apapun itu. Sudah sering
aku bilang bahwa seorang adik adalah pengingat terbaik bagi seorang kakak :’).
Gue tutup tulisan ini dengan sebuah lagu yang menginspirasi gue banget dari
jaman SMA. Yeah Greatest Love of Allnya Whitney H.
I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they posses
inside
Give them a sense of pride to make it
easier
Let the childrens laughter reminds me how
we used to be
-Greatest Love of All, Whitney H. -
.jpg)
Komentar
Posting Komentar