Tara.... ini adalah hasil karya saya, Bima Wirawan, dan Mas Dekai Djakarta (Solo Mengajar). Terima kasih buat mas Yoga yang sudah jepret-jepret hasil karya kita ini.
Ceritanya bulan Mei lalu, saya datang ke acara Workshop Tunas Integritas yang diadakan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Hotel Ibis, Surakarta. Pada awalnya kita diminta menggunting-gunting majalah, diminta menggunting kalimat-kalimat dan gambar-gambar yang disukai. Sesederhana itu sih awalnya.
Pukul 13.00 (Sesi II) kami di bagi kelompok dan diminta membuat semacam mimpi untuk Indonesia dalam beberapa sektor. Menggunting-gunting, menempel, mencari gambar dan kata yang bagus, debat, semuanya menyenangkan.
Dengan @menyatukanIndonesia, itu semacam harapan banget :'), teringat waktu acara Temu Nasional Baktinusa salah satu pembicara, Gusti Dipo menjelaskan mengenai pentingnya sebuah sinergisitas di Indonesia. Saya pikir, Indonesia memiliki banyak orang HEBAT. Sebutlah Solo, sebagai Kota yang sangat dinamis soal pergerakan saya bertemu banyak orang hebat. Mereka menginisiasi banyak gerakan sosial, ide-ide mereka dahsyat, mimpi mereka besar. Tapiii.... ada satu yang kurang, semua menggunakan ego masing-masing. Yah, saya tau mereka hebat, kualitas dan kapabilitas mereka tidak perlu diragukan lagi. Alangkah lebih hebat lagi, kalau semua gerakan itu saling bersinergi. Toh, tujuannya sama. Sama-sama menuju kepada kebaikan. Sama-sama untuk sebuah kebermanfaatan, kan?
Saya jadi ingat (lagi) sebuah tulisan teman saya saat saya berulang tahun ke 19 tahun mengenai Jembatan (tulisan selengkapnya) menyusul. Tidak mudah menjadi penghubung antar satu kebaikan dengan kebaikan yang lain. Tidak mudah, bukan tidak bisa sama sekali :)
Umm semoga, suatu hari nanti, kebaikan dan kehebatan ini terhubung satu sama lain, bersatu, kokoh. Akarya kuat menghujam. Semogaa...
Ceritanya bulan Mei lalu, saya datang ke acara Workshop Tunas Integritas yang diadakan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Hotel Ibis, Surakarta. Pada awalnya kita diminta menggunting-gunting majalah, diminta menggunting kalimat-kalimat dan gambar-gambar yang disukai. Sesederhana itu sih awalnya.
Pukul 13.00 (Sesi II) kami di bagi kelompok dan diminta membuat semacam mimpi untuk Indonesia dalam beberapa sektor. Menggunting-gunting, menempel, mencari gambar dan kata yang bagus, debat, semuanya menyenangkan.
Dengan @menyatukanIndonesia, itu semacam harapan banget :'), teringat waktu acara Temu Nasional Baktinusa salah satu pembicara, Gusti Dipo menjelaskan mengenai pentingnya sebuah sinergisitas di Indonesia. Saya pikir, Indonesia memiliki banyak orang HEBAT. Sebutlah Solo, sebagai Kota yang sangat dinamis soal pergerakan saya bertemu banyak orang hebat. Mereka menginisiasi banyak gerakan sosial, ide-ide mereka dahsyat, mimpi mereka besar. Tapiii.... ada satu yang kurang, semua menggunakan ego masing-masing. Yah, saya tau mereka hebat, kualitas dan kapabilitas mereka tidak perlu diragukan lagi. Alangkah lebih hebat lagi, kalau semua gerakan itu saling bersinergi. Toh, tujuannya sama. Sama-sama menuju kepada kebaikan. Sama-sama untuk sebuah kebermanfaatan, kan?
Saya jadi ingat (lagi) sebuah tulisan teman saya saat saya berulang tahun ke 19 tahun mengenai Jembatan (tulisan selengkapnya) menyusul. Tidak mudah menjadi penghubung antar satu kebaikan dengan kebaikan yang lain. Tidak mudah, bukan tidak bisa sama sekali :)
Umm semoga, suatu hari nanti, kebaikan dan kehebatan ini terhubung satu sama lain, bersatu, kokoh. Akarya kuat menghujam. Semogaa...
Komentar
Posting Komentar