Ungkapan
ini bukan apa-apa. Tidak bisa mewakili bagaimana yg sesungguhnya, makanya kelas
bawah. Maknanya dari bagian hati yang terbawah dan mungkin mendapat tempat yg
juga dibawah. Tak apa-apalah.
Biarlah...biarlah ia
mengalir dengan sebagaimana mestinya, yang penting ia datang dari hati
Kumpulan
hari yg tidak sedikit, mengisi ruang dalam diri. Ada yg dengan kedewasaan, ia
mengajariku kesabaran. Ada pula yang melalui diamnya aku belajar keikhlasan karena
dalam intipku ia terus bekerja. Ia yg apa adanya mendikteku kebijaksanaan,
bagaimana berlaku hikmah. Yang ikhlas belajar, membuatku berkaca malu. Ada yang
melalui semangatnya menunjukkanku arti lelah, bukan dengan ucapan melainkan
tindakan. Ada juga yg ketidakhadirannya memberikanku arti perjuangan
Biarlah...biar mata lain
memandangnya tiada berarti. Arti tidak harus dipamerkan. Ia hanya perlu dicari
untuk memastikan keberadaannya.
Biarlah...biar usaha
belum menempati keberhasilan. Ketidakberhasilan dimatanya tidak bermakna
kegagalan di mata-Nya
Jika itu tidak sampai di
mata orang lain. Sesungguhnya ia berbuah dalam diri. Dan kebersyukuran
mewujudkan berlimpah doa. Tetap semangat, meski tidak semua dituai di sini.
Coretan diatas saya temukan dan simpan hampir satu tahun. Penulisnya adalah karib saya yang luar biasa. Tapi kalau teman-teman suka dengan kalimat-kalimat tersebut. Doakan saja yang membuatnya berlimpah keberkahan.
Well, untuk mereka yang senantiasa mencintai ilmu yang dengan kebersahajaannya menjaga iman
*senyum*
Komentar
Posting Komentar