Siapa bilang mahasiswa
sudah tidak peduli dengan korupsi? Melalui #JujurItuKeren 26 mahasiswa Psikologi
Universitas Sebelas Maret (UNS) memeriahkan Hari Anti Korupsi Internasional
tanggal 9 Desember 2013 di kampus II UNS, Mesen. Aksi digelar pukul 12.00 –
14.00 dengan meminta beberapa mahasiswa bahkan salah satu dosen untuk
menuliskan kesan mengenai kejujuran dan korupsi. Selanjutnya, penanggung jawab
aksi, Ahmad Shofwan Muis selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI) 2014
mendokumentasikan kesan – kesan yang sudah dituliskan. Shofwan mengungkapkan
bahwa aksi digelar untuk menebarkan semangat anti korupsi di civitas akademika
Psikologi UNS. Selain itu, Shofwan juga berharap bahwa semangat anti korupsi
ini tak hanya pada tanggal 9 Desember, tetapi juga dibawa pada keseharian kita
masing-masing sebagai mahasiswa dan pemuda Indonesia.
Di bawah ini ada beberapa foto menarik dari aksi #JujurItuKeren yang dapat dilihat selengkapnya pada akun @PsikologiUNS, diantaranya :
“Kalo gue yang penting
Jujur sama DIRI SENDIRI dulu...ungkap Mursyid Robbani, mahasiswa tingkat tiga
Psikologi UNS.
Icha memberikan kesan
sekaligus pesan ‘super’ dengan “Biasakanlah yang BENAR, Jangan benarkan
KEBIASAN! <3
Ups! Ada yang mengaku
“Saya pernah memalsu TTD & Saya menyesal”
“Uangmu tidak dapat
membeli Integritasku”, lantang Rezky sesaat sebelum di foto.
Bapak Moch. Abdul Hakim
dosen Psikologi Sosial pun tidak ketinggalan untuk menuliskan “korupsi bukan
cuma masalah hukum, tapi pola pikir. Korupsi? Ke laut aja!
K O R U P S I? K O !!
Indonesia bersih dari Korupsi. Dimulai dari diri sendiri. Dimulai dari sekarang. Selamat Hari Anti Korupsi
JANGAN KORUPSI. MENDING NGERJAIN SKRIPSI. Siap mbak <^^
“PLEASE...jangan
KORUPSI Perasaan”. Baiklah abaikan saja kegalauan mahasiswa yang satu ini.
Aksi tidak melulu harus
turun ke jalan, berteriak – teriak bahkan sampai melakukan tindakan anarkis. “Harapan
itu selalu ada Indonesia. Masih banyak pemuda – pemuda yang peduli dengan
bangsa ini!” tegas Shofwan di akhir aksi. Demi Indonesia 10, 20, 50 tahun
mendatang, berjanjilah kawan bahwa tidak ada yang dapat menghentikan cinta
kepada Indonesia kecuali kematian. Hidup Mahasiswa!









Komentar
Posting Komentar