Sore
kemarin, saat panggilan perut keroncongan melanda, sampilah sebuah pesan masuk
ke HP. “Innalilahiwainnailaihiroji’un”.
Kembali berita duka sampai di telinga. Tiga berita sekaligus bulan ini. Menatap
jalan semakin lesu. Menghelas nafas...
Rintik-rintik
air bulan Desember menambah kegalauan yang seketika itu muncul setelah membaca kabar
duka tersebut. Ada telusup perasaan masuk. Kehilangan. Dua diantara tiga berita
duka bulan ini membuat perasaan yang sama. Entahlah. Kenal pun tidak dengan
keduanya. Bertemu pun belum pernah. Apalagi berbincang dengan mereka.
Sosok
pertama adalah seorang akademisi. Saat takziyah,
seseorang membacakan aktivitas rutin beliau sebagai seorang dokter. Masya Allah. Semesta berduka. Indonesia
kehilangan salah seorang dokter spesialis kandungan terbaiknya. Terbaik? Insya
Allah. Well, ketulusan hati orang saat
melakukan kebaikan akan sampai kepada hati yang lain. Mekanisme hati memang
selalu ajaib.
Sosok
kedua adalah seorang pejuang kebaikan di kampus. Kali ini, kampus yang kehilangan salah seorang terbaiknya. Terbaik? Hal ini teramati dari cerita-cerita orang-orang
terdekatnya dalam salah satu jejaring sosial. Menurut kabar salah satu mbak
kos, pekan depan beliau baru akan melaksanakan pertanggungjawaban akhir masa
jabatannya sebagai seorang ketua umum. Namun, pertanggungjawaban itu tak lagi
di hadapan manusia, tapi langsung kepada yang menggerakkan hati manusia untuk
memilihnya sebagai seorang pemimpin.
Betapa
Allah menyayangi mereka semuanya. Orang-orang baik selalu Allah sayang. Makanya
mereka dijemput malaikatNya lebih dulu agar tidak terhanyut “racun-racun
dunia”.
Mbak kos
bilang,”Tis, hidup kita di dunia dalam hitungan akhirat hanya satu setengah
jam. Menurutmu, waktu setengah jam itu kita bisa ngapain?”.
Kematian
selalu jadi alarm efektif agar kita
tidak lagi malas, lalai, apalagi sombong dengan amalan-amalan kita. RidhaMu ya
Rabb untuk mereka-mereka yang di purna tugasnya sebagai manusia memberikan banyak hikmah. RidhaMu juga ya Rabb. Semoga
kami pun salah satu pejuang yang Engkau pilih sebagai seorang purna tugas
secara baik. Husnul khotimah. Dijemput malaikatMu dalam keadaan menuntut ilmu
ataupun memberikan ilmu, menyampaikan kebenaran.
Semoga...doa-doa
tentang kebaikan selalu sampai kepada yang Maha Baik
Aamin
Komentar
Posting Komentar