“Ada
yg dengan kedewasaan, ia mengajariku kesabaran. Ada pula yang melalui diamnya
aku belajar keikhlasan karena dalam intipku ia terus bekerja. Ia yg apa adanya
mendikteku kebijaksanaan, bagaimana berlaku hikmah. Yang ikhlas belajar,
membuatku berkaca malu. Ada yang melalui semangatnya menunjukkanku arti lelah,
bukan dengan ucapan melainkan tindakan. Ada juga yg ketidakhadirannya
memberikanku arti perjuangan” -SF-
Penggalan
puisi di atas mengingatkan saya akan orang-orang yang teramat berarti hadirnya
dalam hidup saya. Mereka yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu namanya.
Sebenarnya bisa saja saya sebutkan, tapi biar saja itu menjadi rahasia pribadi
saya dengan Maha Penjaga Rahasia.
Mereka
adalah para pemilik mata yang selalu bersyukur melihat keagungan Tuhan di
segala penjuru BumiNya.
Mereka
adalah pemilik kata-kata yang menentramkan orang-orang yang bercengkrama dengan
mereka.
Mereka
adalah para pemilik pundak yang kokoh menjaga amanah-amanah kecil dan besarnya.
Mereka
adalah para pemilik telinga yang tidak kunjung lelah mendengar celoteh keluh
kesah karibnya.
Mereka
adalah para pemilik tangan yang tidak pernah melepas genggamannya dalam barisan
perjuangan.
Mereka
adalah para pemilik kaki yang tak bosan berjalan sampai pada tujuan.
Mereka
adalah orang-orang yang bisa fokus pada tujuan walaupun di kanan dan kiri
orang-orang riuh ramai dengan cibiran dan pujian.
Pada
satu titik, itulah alasan saya menghormati dan menyayangi mereka. Mereka
memilih bertahan dalam kesunyian, menjaga kebaikan-kebaikan yang dilakukannya,
bertahan lebih lama daripada orang-orang lainnya. Ahh...betapapun kalian
menyembunyikannya. Suatu saat nanti, bila tiba masanya “arti memastikan
keberadaannya”. Maka, semesta berbahagia memiliki kalian. Semoga Allah menjaga
kalian semuanya dimanapun. Jauh ataupun dekat. Sampai jumpa lagi ya
*senyum*
Komentar
Posting Komentar