Bismillahirrahmannirahim
Ungkapan ini bukan apa-apa. Belum bisa mengungkap seluruh
rasanya. Maknanya dari bagian hati terbawah dan mungkin akan mendapat tempat
dibawah. Tak apa-apa, asalkan datang dari hati.
Dalam bilangan waktu yang tidak sedikit. Ada kebaikan yang
diredam-redam. Diam-diam. Ada yang melantun doa di sepertiga malam. Diam-diam.
Ada yang ikhlas bekerja tanpa keluhan. Diam-diam. Ada yang rela memberi uang
tanpa harap imbalan.
Diam-diam. Ada yang mengisi ruang dalam diri. Ada yang
dengan kedewasaan, ia mengajari arti kesabaran. Ada juga yang dengan sikap tak
acuhnya ternyata dalam intipku dia gigih bekerja. Dia yang ikhlas membuatku
berkaca malu. Dia yang dengan semangatnya justru mengajarkanku arti lelah.
Bukan dari perkataan tapi perbuatan. Dia yang tetap sederhana di antara menara
prestasinya. Pun dia yang tidak pernah hadir mengajarkan kesungguhan dalam
perjuangan.
Dia adalah yang berani mengambil bagian. Saat yang lain
pergi. Ia kembali. Saat yang lain mencaci. Ia bertahan teruji. Berbuah hikmah
dalam diri.
Semoga jalan inilah yang semakin membuat Allah bertambah sayang
dengan kamu dan kita semua. Amanah bukan urusan kita dengan mereka atau
siapapun di dunia ini, tapi urusan kita dengan Tuhan yang telah menggerakkan
hati untuk memilih kita sebagai qiyadah di bumiNya.
Meneguh ya, menguatkan dua bahu kecil kita. Karena Allah
menciptakan bahu yang jauh lebih kuat dan kokoh dibanding amanahNya. Bertahan
ya. Lebih lama dari siapapun. Kelak, bangsa ini bangga memiliki anak bangsa
seperti kalian kawan. [Inspirasi dari puisi Cinta Kelas Bawah karya Sakinah F]
| Pengukir Sejarah |
Kamu baca ini diam-diam
Ya...diam-diam saja. Biar Allah sayangnya makin dalam.
Ssst. Diam-diam saja ya. Kalau mereka selalu berhasil jadi inspirasi
Komentar
Posting Komentar