Ketika
di rumah, adakah tempat yang lebih asik dari meja makan? Rasanya meja makan
selalu jadi tempat terbaik untuk berlama-lama. Sebab dalam bentuk kotak ataupun
melingkarnya ada cerita-cerita dalam keseharian kita. Cerita rasa kesal, benci,
senang, sedih dan lain-lainnya atau sekedar mendengar omelan berbuntal nasihat melelehkan laku jelek kita. Mengingat-ingat sepenggal dialog dengan Ibunda,
mengunci maknanya dalam jiwa. Menjadikan bekal untuk tapak-tapak selanjutnya.
Seperti kejadian saat siang hari di waktu lalu. Ada rutinitas yang biasa
dilakukan oleh seorang anak kecil sepulang sekolah dan seorang Ibu sepulang
jualan.
“Ibu
gak makan?”
“Enggak,
Ibu gak makan. Kamu makan saja
duluan.”
Percakapan
yang sama pun berulang pada hari-hari tertentu. Menyisa tanya pada si anak
kecil karena sang Ibu tidak menemaninya makan seperti hari-hari biasanya.
“Ibu
gak makan lagi?”
“Iya,
Ibu lagi gak makan. Kamu makan saja
duluan”
Ada
apa ya dengan Ibu? Menyimpan tanya bagi anak kecil adalah suatu hal yang
menyiksa. Hingga suatu hari bu Guru TPA menjelaskan tentang puasa-puasa Sunnah.
“Selain
puasa wajib yang dilakukan di bulan Ramadhan, ada puasa-puasa Sunnah yang
dilakukan pada hari dan tanggal tertentu. Ada puasa Senin – Kamis, puasa
Ayyamul Bidh, dll”
Ooh...jangan-jangan Ibu
tidak mau makan karena Ibu sedang puasa
Siang
hari, saat rutinitas itu berulang, bertanyalah si kecil...
“Ibu
hari ini gak makan lagi karena puasa,
ya? Kok gak bilang aja sama aku sih kalau Ibu lagi puasa.”
“Kan
Ibu sudah bilang kalau Ibu lagi gak makan.
Makannya nanti kalau sudah adzan Magrib”
“Iya,
tapi kenapa Ibu gak bilang aja kalau
lagi puasa? Aku sering liat orang yang pada bilang-bilang kalau lagi puasa
jadinya mereka tidak dikasih makan. Tapi bu guru pernah bilang juga kalau lagi
puasa jangan sampai ada orang lain yang tahu. Ibu gak pengen ada yang tahu ya? Berarti besok kalau aku puasa, aku
diam aja ya kalau ditawari makanan, Bu?”
“Besok
kalau kamu puasa dan ditawari makan bilang aja. Terima kasih ya, maaf aku lagi gak makan”
“Emang
gak bohong ya bu?”
“Enggak.
Kan kita beneran sedang tidak makan
dan minum di siang hari”
Si
kecil merekam percakapan di meja makan itu. Coba meniru laku bundanya hingga beranjak dewasa dari sekolah-sekolah ia coba rangkai maknanya kenapa
harus berlaku demikian.
Dalam
beberapa hal, ada yang orang lain berhak tahu. Tapi dalam beberapa hal lainnya,
lebih baik jika kita menyimpannya sendiri. Atau kita seringkali dengar, dalam
kebaikan jangan sampai tangan kiri tahu
apa yang dikerjakan tangan kanan.
Jika
nanti, akan ada masa-masa dimana rasa khusyuk adalah perkara yang sangat sulit
dicari. Maka, berbahagialah mereka yang tetap fokus pada tujuannya tanpa peduli
pada cela atau puja dari sekelilingnya atas kerja-kerja yang sudah dilakukan.
Komentar
Posting Komentar