Jika kita dihadapkan pada pilihan-pilihan, maka pilihlah pilihan yang paling menyelisihi hawa nafsu kita. Meski berat, tapi kita akan tenang
Alhamdulillahilladzi bini'matihi tattimusshsholihaat..
Allah sudah memilihmu...
Allah sudah memilih kita...
Allah sudah mengambil suatu perjanjian baru..
Perjanjian yang salah satunya Allah gunakan saat mengambil janji para Nabi dan Rasul. Mitsaqan ghaliza.
Ar rasy Allah telah bergetar dan setan bersikeras memutus ikatan agung itu sebab ialah takdir yang menjadikannya makhluk keji serta mengingingkan sebanyak mungkin anak Adam membersamainya dalam Jahannam..
Namun...
Mari kita tafakuri perjalanan panjang kita.
Sebab apa Allah jumpa dan persatukan kita?
Sebab apa Allah mudahkan proses kita?
Sebab apa Allah begitu menyayangi kita?
In syaa Allah..
Apa yang baru tidak akan menjadi bekas..
Setiap yang hadir berhak memiliki tempat..
Meski nanti ia tidak diungkapkan
Namun senantiasa dirasa kehadirannya...
Sebab begitulah setiap episode hidup yang terdapat nama Allah di dalamnya, ia akan memiliki getarannya sendiri..
Ini bukan kali pertama aku merasa tenang, terjaga dalam prasangka baik, sekaligus berpasrah penuh pada Allah. Bahkan aku merasakannya sejak namamu disebutkan. Ada banyak sekali keajaiban dan hikmah yang aku temui dalam proses ini.
Bersanding denganmu menyisa pertanyaan padaku.. apa aku pantas ya Allah?
Berkali-kali aku bertanya itu pada Allah, pada diriku sendiri. Dan meminta doa orang lain agar aku dipantaskan...
Dan dalam upaya memantaskan itu semoga tidak berkeberatan ya jika kita akan melakukan masa perkenalan sepanjang hayat? Tentunya untu terus jadi lebih baik, untuk terus belajar, untuk saling menasehati. Untuk saling memaklumi ketidaksempurnaan, untuk melipatgandakan kesabaran, untuk ridho Allah yg terpenting. Untuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah...
Hadirmu seperti jawaban dari sebuah doa bahwa aku minta pada Allah, sesiapa yang mengisi hidupku nantinya ia adalah orang yang akan jadi perantara kebaikan dalam keluarga. Dan rasanya seperti ditemukan dengan sahabat yang telah lama hilang.. ma syaa Allah :"
Sungguh aku mencintai masyarakat ini dan aku juga menyukai keoptimisan Rasulullah SAW pada atas luasnya taufik dan hidayah Allah tanpa mengenal masa, latar belakang, status sosial..
Maka..
Wahai pedang Allah mari kita senantiasa menjaga komitmen kita pada Allah, pada Islam..menjaga adab kita dalam berhubungan satu sama lainnya, menghormati guru kita, dan berendah diri di hadapan mukmin lain..
Semoga dengannya, disaat Allah pisahkan kita. Allah akan banggakan kita dihadapan seluruh penduduk langit..
Dan manisnya..saat kita berpisah, justru kita bertemu cinta sejati kita kan? Allah Tercinta
In syaa Allah :))
Lets grow old together
Mari saling menggenggam
Semoga Allah selalu menjagamu wahai pedang Allah dengan sebaik penjagaan. Sebab aku berlindung dari kelemahan diriku untuk menjaga diri sendiri..
Barakallah, bi.. Baarakallah fiikum
Komentar
Posting Komentar