"Kau berada di rumah hikmah, maka carilah seorang dokter untuk menyembuhkan hatimu!"
Said Nursi berdialog dengan dirinya sendiri, kalimat itu seolah-olah ditujukan kepadanya dan seolah-olah berbunyi :
"Hai orang yang malang! Sebagai anggota Darul Hikmetil Islamiye, kau seperti dokter yang menyembuhkan penyakit spiritual umat Islam, padahal kaulah sesungguhnya yang paling sakit. Maka pertama-tama carilah dokter untuk dirimu, sembuhkan dulu dirimu barulah kau menyembuhkan orang lain"
Sungguh.. kalimat terakhir dalam penggalan buku api tauhid itu menarik untuk direnungi
Carilah dokter untuk dirimu, sembuhkan dulu dirimu barulah kau menyembuhkan orang lain.
Dalam renung.. ku tertegun.. menyelami diriku sendiri yang hampir tenggelam lupa akan hakikat untuk apa diri ini diciptakan. Dunia yang mulai melenakan, melalaikan, membuat asyik masyuk.. sementara ada sisi jiwa yang rapuh yang mulai lupa dengan kesyukuran dan kesabaran..
Maka dengan hadirnya sosok yang meneduhkan itu.. dengan ketulusan, kesabaran, dan kebesaran jiwanya sungguh diri ini semakin kerdil dan malu... Seharusnya aku lebih tahu diri..
Bersebab keyakinan dan keteguhannyalah ia memilihku maka sudah sepantasnya aku tahu diri untuk tidak membuatnya sedih, kecewa, juga marah...
Seharusnya aku lebih tahu diri.. bersebab cinta dan kasih sayangnya selalu kulihat tanggung jawab juga pengorbanannya, maka hendaknya aku tahu diri untuk menjaga kebaikan hatinya, bersyukur atas segala pemberian Allah melalui dirinya..
Aku harus tahu diri bahwa tak ada satupun makhluk Allah yang tercipta tanpa aib dalam dirinya. Namun Allah selalu berbaik sangka sebab seseorang akan dilihat tentang bagaimana ia purna dalam hidupnya maka hendaknya prasangka baik pula yang seharusnya dijaga serta kesabaran terhadap segala karuniaNya..
Berkat senyum itu..
Teduh mata..
Hangat..
Genggaman..
Aku semakin belajar mengenal diriku yang justru lebih banyak berkekurangan..
Semakin benar justru semakin salah dirimu berujar..
Semakin menuntut justru semakin terhimpit dirimu...
Tahu diri adalah mengetahui ketidakberdayaanmu sendiri. Kelemahanmu. Aibmu.
Allahummaghfirr..
Allah ampuni aku.. ampuni aku..ampuni aku...
Untuknya yg sudah menjadi pemimpin dan pendidik untuk semakin mengenal diri. Semoga Allah senantiasa menjaga dan mencintaimu dear KS :")
Said Nursi berdialog dengan dirinya sendiri, kalimat itu seolah-olah ditujukan kepadanya dan seolah-olah berbunyi :
"Hai orang yang malang! Sebagai anggota Darul Hikmetil Islamiye, kau seperti dokter yang menyembuhkan penyakit spiritual umat Islam, padahal kaulah sesungguhnya yang paling sakit. Maka pertama-tama carilah dokter untuk dirimu, sembuhkan dulu dirimu barulah kau menyembuhkan orang lain"
Sungguh.. kalimat terakhir dalam penggalan buku api tauhid itu menarik untuk direnungi
Carilah dokter untuk dirimu, sembuhkan dulu dirimu barulah kau menyembuhkan orang lain.
Dalam renung.. ku tertegun.. menyelami diriku sendiri yang hampir tenggelam lupa akan hakikat untuk apa diri ini diciptakan. Dunia yang mulai melenakan, melalaikan, membuat asyik masyuk.. sementara ada sisi jiwa yang rapuh yang mulai lupa dengan kesyukuran dan kesabaran..
Maka dengan hadirnya sosok yang meneduhkan itu.. dengan ketulusan, kesabaran, dan kebesaran jiwanya sungguh diri ini semakin kerdil dan malu... Seharusnya aku lebih tahu diri..
Bersebab keyakinan dan keteguhannyalah ia memilihku maka sudah sepantasnya aku tahu diri untuk tidak membuatnya sedih, kecewa, juga marah...
Seharusnya aku lebih tahu diri.. bersebab cinta dan kasih sayangnya selalu kulihat tanggung jawab juga pengorbanannya, maka hendaknya aku tahu diri untuk menjaga kebaikan hatinya, bersyukur atas segala pemberian Allah melalui dirinya..
Aku harus tahu diri bahwa tak ada satupun makhluk Allah yang tercipta tanpa aib dalam dirinya. Namun Allah selalu berbaik sangka sebab seseorang akan dilihat tentang bagaimana ia purna dalam hidupnya maka hendaknya prasangka baik pula yang seharusnya dijaga serta kesabaran terhadap segala karuniaNya..
Berkat senyum itu..
Teduh mata..
Hangat..
Genggaman..
Aku semakin belajar mengenal diriku yang justru lebih banyak berkekurangan..
Semakin benar justru semakin salah dirimu berujar..
Semakin menuntut justru semakin terhimpit dirimu...
Tahu diri adalah mengetahui ketidakberdayaanmu sendiri. Kelemahanmu. Aibmu.
Allahummaghfirr..
Allah ampuni aku.. ampuni aku..ampuni aku...
Untuknya yg sudah menjadi pemimpin dan pendidik untuk semakin mengenal diri. Semoga Allah senantiasa menjaga dan mencintaimu dear KS :")
Komentar
Posting Komentar