Kembali mencoba menjelaskan rasa
lewat kata. Hari ini dibersamai rinai juga harum petrichor..
Tiba-tiba saja kenangan itu hadir…
Keseruan masa putih abu-abu
diantara deru ular besi bertualang di kota hujan..
Ketakutan dengan
pertanyaan-pertanyaan yang ku buat sendiri..
Perjalanan yang menjadi perenungan
terbaik..
Hingga kini saat dibersamai
olehnya dalam sadel skuter matic.. Aku seperti menginsyafi hakikat kehidupan
ini lewat tutur nada Banda Neira juga bait bait Endang Soekamti..
Mungkin kamu juga pernah
merasakannya.. atau kelak akan merasakannya..
Bahwa…
Yang patah tumbuh, yang hilang
berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh 'kan berdiri lagi
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh 'kan berdiri lagi
Bahwa… yang
datang akan
pergi
lewat kan berlalu
ada kan tiada bertemu akan berpisah
awal kan berakhir
terbit kan tenggelam
pasang akan surut bertemu akan berpisah…
lewat kan berlalu
ada kan tiada bertemu akan berpisah
awal kan berakhir
terbit kan tenggelam
pasang akan surut bertemu akan berpisah…
sebab itulah..
hari ini milikku.. dan sepantasnya di isi dengan sebanyak-banyak kebaikan,
sebesar-besar kemanfaatan, sehingga menjadi seberuntungnya insan..
di waktu yang
masih Engkau sempatkan.. izinkanku menjadi yang terbaik dalam setiap keadaan..
Komentar
Posting Komentar